Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Bangun Lumbung Pangan

Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono mengungkapkan, untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan pada tahun 2014, pemkab Melawi telah melakukan pembangunan lumbung pangan masyarakat yang bersumber dari dana DAK dinas pertanian. <p style="text-align: justify;">“Pada tahun 2014 ini akan dibangun tiga unit lumbung pangan, yaitu di dusun Sebaju Desa Kebebu  Kecamatan Nanga Pinoh, Desa Batas Nangka kecamatan Menukung dan Desa Nanga Kompi kecamatan Sayan,” kata Ivo pada rapat konsultasi dan koordinasi Dewan Ketahanan Pangan di kantor Bupati Melawi, baru-baru ini.<br /><br />Bersamaan dengan itu, lanjut Dia, Pemkab juga membangun lantai jemur di tempat yang sama, ditambah satu lokasi baru yaitu di desa Nanga Raku Kecamatan Sayan.<br /><br />Kata Sekda pengisian gabah untuk lumbung pangan masyarakat, pada tahap kemandirian tahun 20114 dialokasikan untuk empat desa yang bersumber dari APBN tahun 2014. Desa yang mendapat alokasi tersebut adalah, Desa Bina Jaya kecamatan Tanah Pinoh, Dusun Senain Desa Nanga Kompi dan desa Pelita Kenaya kecamatan Tanah Pinoh.<br /><br />“Jumlah Desa Mandiri Pangan yang diberdayakan pada tahun 2014 sebanyak dua desa, yang mendapat pendampingan selama tiga tahun, menuju tahap kemandirian sejak tahun 2012,” paparnya.<br /><br />Ivo pun mengungkapkan, adanya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk lima desa di Kabupaten Melawi, tahun 2013 dari dana dekonsentrasi Provinsi Kalbar. Serta program penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) untuk mengetahui ketersediaan pangan Melawi, tahun 2013 dilaksanakan oleh Bappeda.<br /><br /> “Pendampingan KRPL berupa dana bansos kebun bibit KRPL tahun 2013 senilai Rp 15 juta untuk lima KRPL,” jelasnya.<br /><br />Selain itu, tambah Ivo, juga akan dilaksanakan pelatihan bagi pendamping percepatan penganekaragaman, konsumsi pangan (P2KP) pembinaan pemantauan dan evaluasi bagi percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) dilakukan secara berkala.<br /><br />“ Kita juga akan menghadiri pertemuan tingkat daerah atau nasional sehubungan dengan ketahanan pangan,” katanya.<br /><br />Dengan adanya program yang akan dan sudah dilaksanakan tersebut, diharapkan dapat terus ditingkatkan, ditahun-tahun mendatang, agar ketahanan pangan di Kabupaten Melawi bisa tercapai.<br /><br />Dalam kesempatan itu, secara khususIvo juga melihat bahwa ketahanan pangan di Melawi ini masih belum stabil. Masyarakat Melawi yang sebagian besar adalah petani karet akan sangat terpukul ketika harga komiditi andalan tersebut anjlok.<br /><br />“Bayangkan dulu harga karet Rp 20 ribu per Kg sekarang menjadi Rp 4 ribu, ini juga berkaitan juga dengan ketahanan pangan, jika dulu dengan 1 Kg bisa membeli 2 Kg beras sekarang 2 kg karet hanya bisa membeli 1 Kg beras,” katanya.<br /><br />Untuk itu, Dirinya berharap Pemkab bisa memiliki dana cadangan, sehingga ketika ada persoalan seperti sekarang ini pemerintah bisa membantu kalangan petani yang sedang mengalami tekanan.<br /><br />“Ketika harga karet anjlok seperti ini, Pemkab bisa turun tangan, dengan dana cadangan tersebut pemkab bisa membeli karet milik petani dengan harga yang sedikit lebih tinggi. Namun ini juga harus koordinasi juga dengan asosiasi pengusaha karet, sehingga harga bisa lebih stabil,” ucapnya. <strong>(ek/kn)</strong></p>