Yohanes Ayub:Resmi Jadi Anggota DPRD Sekadau

oleh

Sesuai rencana, rapat paripurna pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Sekadau periode 2014-2019 berlangsung dengan lancar, (17/11) kemarin. <p style="text-align: justify;">idang di ruang paripurna DPRD Sekadau itu dipimpin oleh ketua DPRD Sekadau Albertus Pinus. Paulus Subarno, anggota DPRD Sekadua yang digantikan tidak hadir dalam sidang tersebut. Namun, hal ini tidak mengganggu jalannya sidang PAW karena yang bersangkutan tidak harus hadir.<br /><br />Paulus Subarno, politisi partai Nasdem yang sebelumnya menjabat ketua komisi C DPRD Sekadau kini digantikan oleh Yohanes Ayub. Subarno harus mundur dari kursi parlemen karena ikut mencalonkan diri sebagai calo wakil bupati Sekadau periode 2015-2020 mendampingi Simson.<br /><br />Subarno resmi diberhentikan sebagai anggota DPRD Sekadau melalui surat keputusan gubernur Kalbar nomor 779/Pem/2015 tanggal 1 Oktober 2015 tentang peresmian pemberhentian dengan hormat anggota DPRD Sekadau atas nama Paulus Subarno.<br /><br />Sementara, Yohanes Ayub kini sudah resmi menjabat sebagai anggota DPRD Sekadau 2014-2019 lewat SK gubernur Kalbar nomor 819/pem/2015 tentang peresmian pengangkatan pengganti antar waktu anggota DPRD Sekadau 2014-2019. SK tersebut berlaku sejak pengucapan sumpah janji jabatan yang dihelat kemarin.<br /><br />Pimpinan sidang, Albertus Pinus menyatakan proses PAW antara Subarno-Ayub sudah sesuai mekanisme yang berlaku. Adapun prosedur PAW diawali dengan usulan dari partai politik pengusung kepada pimpinan DPRD, kemudian pimpinan DPRD menyampaikan nama-nama anggota DPRD yang akan diberhentikan dan penggantinya kepada bupati, setelah itu bupati menyampaikan kembali kepada gubernur. Proses PAW diputuskan melalui SK gubernur.<br /><br />“Kami berharap saudara Ayub dapat memahami tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD serta segera menyesuaikan diri,” pesan Albertus Pinus.<br /><br />Pengunduran diri Paulus Subarno merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi terhadap judicial review Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang (UU Pilkada) mengharuskan anggota DPR, DPD, ataupun DPRD wajib mengundurkan diri apabila telah ditetapkan sebagai calon kepala daerah. Subarno resmi ditetapkan sebagai calon wakil bupati oleh KPU Sekadau tanggal 24 Agustus 2015 lalu.<br /><br />Penggantinya, Yohanes Ayub adalah peraih suara terbanyak kedua di partai Nasdem dalam Pemilu legislatif 2014 daerah pemilihan Sekadau II dengan perolehan 1.425 suara, selisih 897 suara dari Subarno. Ia pun berhak menggantikan Subarno karena memperoleh suara terbanyak kedua.[KN]</p>