Pelatihan Taktik Perang Gerilya

- Jurnalis

Rabu, 12 September 2018 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKAYANG – Taktik perang gerilya merupakan taktik peperangan. Sepenggal taktik tersebut yakni menyerang secara cepat dan tiba-tiba serta sasaran direbut tanpa diketahui oleh musuh. Hal ini terbukti yang digunakan para pejuang terdahulu memenangkan pada perang kemerdekaan. Jelas Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, pada amanat penutupan Penataran Pertempuran Hutan Tersebar Tahun Anggaran 2018, di daerah latihan Capkala yang dibacakan oleh Komandan Brigif 19/Khatulistiwa, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, diantaranya, bahwa penataran Pertempuran Hutan Tersebar dilaksanakan selama 21 hari, dan diikuti 75 Prajurit pilihan dari jajaran Kodam XII/Tpr serta daerah yang digunakan untuk latihan tersebut adalah di hutan dan gunung Capkala, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

Lebih jauh Panglima Kodam XII/Tpr menyampaikan, sejarah keberhasilan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Darat dalam melakukan pertempuran hutan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya alat peralatan pertempuran modern, akan tetapi juga ditentukan oleh kemampuan taktik gerilya yang dimiliki, militansi dan tingkat profesionalisme prajurit baik secara perorangan maupun dalam hubungan satuan. Oleh karena itu, kata Panglima Kodam XII/Tpr, pertempuran dalam hutan harus senantiasa tetap dipelihara dan ditingkatkan untuk menjadi prajurit yang tangguh dan dapat diandalkan, tegasnya.

Diakhir amanatnya, Panglima Kodam XII/Tpr memberikan penekanan kepada mantan peserta penataran diantaranya, mantapkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selain itu, agar mempedomani penyelenggaraan latihan pertempuran hutan, sekembalinya ke kesatuan masing-masing latihlah dengan benar agar prajuritmu mendapatkan hasil latihan yang optimal sehingga dapat diaplikasikan secara benar guna mendukung tugas pokok satuan. Juga pelihara kemantapan postur tubuh, kesegaran dan ketangkasan jasmani yang telah dimiliki, guna mendukung kemampuan personel dalam menghadapi pertempuran hutan. (Pdm)

Berita Terkait

IWO Kalteng Apresiasi Kegiatan Silahturahmi dan Joging yang di Gelar Oleh Gubernur Kalteng
Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Polres Barut Ungkap Kasus Penembakan
Kasus Penembakan Senjata api rakitan Domduman Ilegal, di Area Crusher PT Sukma Surya 234, Tersangka Diancam Hukuman Mati
Wawali Kota Tarakan Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional di Alun-alun Desa Pulau Sapi
Ukir Prestasi Nasional, Pemdes Paal Adakan Tasyukuran
Kasus Dugaan Pembunuhan di Barito Utara, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Rapimda I TBBR Barito Utara Resmi Digelar, Bupati Dorong Ormas Semakin Solid dan Bermartabat

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:44 WIB

IWO Kalteng Apresiasi Kegiatan Silahturahmi dan Joging yang di Gelar Oleh Gubernur Kalteng

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:14 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Polres Barut Ungkap Kasus Penembakan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Kasus Penembakan Senjata api rakitan Domduman Ilegal, di Area Crusher PT Sukma Surya 234, Tersangka Diancam Hukuman Mati

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:33 WIB

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

Wawali Kota Tarakan Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional di Alun-alun Desa Pulau Sapi

Berita Terbaru