Tindakan pencegahan kehamilan dengan cara suntik masih sangat digemari pasangan usia subur warga Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur selama 2010 dengan jumlah peserta mencapai 3.758 orang. <p style="text-align: justify;">"Berada di peringkat dua alat kontrasepsi yang digemari adalah yang menggunakan kondom dengan jumlah 2.329 peserta," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Tarakan, Mariam, di Tarakan, Selasa. <br /><br />Dia mengatakan sedangkan kontrasepsi yang paling sedikit diminati masyarakat adalah dengan sistem Metode Operasi Pria (MOP) karena hanya tercatat dua pria yang ikut program tersebut. <br /><br />Ada juga dengan Metode Operasi Wanita (MOW) yang diikuti sebanyak 124 peserta, Intra-uterine Device (IUD) atau spiral dengan peserta sebanyak 70 orang, implant atau susuk KB sebanyak 199 orang, dan yang menggunakan pil sebanyak 1.266 orang. <br /><br />"Jumlah peserta KB baru di Tarakan sepanjang 2010 sebanyak 7.748 orang, sedangkan target kami 2010 sebanyak 4.470 peserta sehingga kami jauh melebihi target yang mencapai sekitar 150 persen," katanya. <br /><br />Dia menambahkan, 7.748 peserta KB Baru pada 2010 itu dilayani di semua Puskesmas, bidan, dokter praktik dan klinik milik pemerintah maupun swasta. <br /><br />Untuk klinik milik Pemerintah Kota Tarakan terdapat 8 unit, milik swasta ada tiga unit, dokter swasta terdapat 266 orang, dan bidan yang melayani KB terdapat 286 orang. <br /><br />Mariam yang didampingi Kepala Bidang KB, Eny Suryani melanjutkan, bahwa peserta KB yang memilih jenis alat kontrasepsi tertentu tersebut, sebenarnya didasarkan pada kesukaan dan kesiapan mental. <br /><br />Padahal kalau dilihat dari banyak sisi, penggunaan alat kontrasepsi dengan suntik kurang menguntungkan dibanding dengan menggunakan spiral. Jika bersuntik harus dilakukan setiap bulan atau setiap tiga bulan yang dilakukan selama bertahun-tahun. <br /><br />Hal ini akan berpengaruh pada beberapa hal, di antaranya dari sisi kejiwaan, setiap akan bersuntik pasti mempersiapkan mental karena agak sakit saat disuntik. Di sisi lain, setiap mau suntik harus datang ke klinik atau ke bidan, maka akan ada biaya yang dikeluarkan. <br /><br />Sementara jika ber-KB dengan mengguna<br />kan IUD, maka cukup sekali saja melakukan pemasangan spiral dan suatu saat bisa dicabut jika diinginkan. Lagi pula secara ekonomis lebih untung karena hanya sekali mengeluarkan biaya untuk beberapa tahun. <strong>(das/ant)</strong></p>











