Drs Sidik R Usop, pengamat lingkungan yang juga dosen pada Universitas Palangka Raya, mengatakan, Provinsi Kalimantan Tengah hijau merupakan kebutuhan dan sekaligus tuntutan dalam menyikapi perubahan iklim dan pemanasan global. <p style="text-align: justify;">"Pemerintah Kalteng telah menyepakati untuk menjadi pilot proyek program `reduce emissions from deforatation an degradation (REDD plus)` yang menyertakan peran konservasi, pengelolaan berkelanjutan terhadap sumberdaya hutan dan peningkatan stok karbon," kata Sidik R Usop, di Palangka Raya, Sabtu. <br /><br />Menurutnya, peran masyarakat sipil menjadi bagian yang sangat strategis untuk mendukung gerakan provinsi hijau karena masyarakat sipil memiliki fungsi, seperti tempat berhimpunnya kelompok masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan menempatkan isu lingkungan dalam konteks demokratisasi. <br /><br />"Oleh karena itu, peran masyarakat sipil dapat melakukan kritisi terhadap negara atau pemerintah yang memiliki kewenangan dalam melakukan kontrol atas sumberdaya alam, sehingga lingkungan hidup tampil sebagai media pertikaian politik, ekonomi dam ideologi," ujarnya. <br /><br />Diutarakannya, dalam hal ini peran masyarakat sipil dapat mendorong perubahan tata pengelolaan negara menjadi bersih, transparan dan bertanggung jawab yang dapat memberikan akses keadilan, akses kepada informasi maupun akses untuk berpartisipasi. <br /><br />"Fungsi kedua adalah sebagai mediasi dalam konflik antara korporasi dengan masyarakat melalui cara-cara penanganan konflik yang berkeadilan dalam model komunikasi yang setara maupun humanistik," ujarnya. <br /><br />Dijelaskannya, melalui fungsi mediasi akan mendorong terjadinya tranformasi sosial yang responsif untuk membangun kebersamaan yang saling menguntungkan dan mendorong ke arah percepatan pembangunan Provinsi Kalteng hijau . <br /><br />"Selain itu, pada era demokratisasi sekarang ini, peran masyarakat sipil dapat berfungsi sebagai penyeimbang informasi atau pengetahuan yang disampaikan pada elit politik," tegasnya. <br /><br />Kemudian, lanjut dia, dengan demikian diharapkan masyarakat mendapat pengayaan informasi atau pengetahuan dalam menyikapi dinamika pembangunan yang sekamin kompleks dan pentingnya membangun Provinsi Kalteng hijau. <br /><br />"Kondisi seperti ini akan menciptakan komunitas kritis yang akan mendorong transformasi sosial dan pencapaian tujuan," katanya menandaskan.<strong> (das/ant)</strong></p>











