SINTANG, KN – Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Sintang menjadi upaya pemerintah mencegah penyakit baik campak, rubella dan polio pada anak.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus mengatakan, anak – anak yang sekarang ini masih menempuh pendidikan, kedepan akan menjadi generasi penerus bangsa. Sebagai penerus tentu harus sehat dan kuat. Inilah pentingnya imunisasi.
“Namun, pihaknya butuh dukungan orang tua dalam mensukseskan program dari pemerintah ini. Karena kita tidak ingin sudah sakit baru berobat, dengan adanya BIAN ini menjadi satu langkah preventif mencegah datangnya penyakit,” kata Welbertus ketika ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Sintang, baru – baru ini.
Pandemi Covid – 19, kata Welbertus, mengakibatkan beberapa tahun kemarin pelaksanaan imunisasi yang mestinya rutin tidak dapat berjalan secara optimal yang berdampak pada cakupan imunisasi yang menurun.
“Sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kasus yakni penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di beberapa wilayah, seperti kasus campak, rubella dan difteri,” ungkap Welbertus.
Walau demikian, tegas Wbertua, pandemi covid-19 brlum berakhir, namun kondisinya sudah melandai. “Belum berakhir. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan agar tetap dilakukan masuarakat dalam segala aktivitas yang dilakukan sehari-harinya, supaya pencegahan dan penanganan wabah yang mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat ini dapat ditekan penyebarannya,” tegasnya.
Melalui BIAN ini lah, kata Welbertus, pihaknya mengajak seluruh masyarakat juga stakeholder agar bekerjasama dalam mensukseskan imunisasi nasional sebagai upaya melindungi anak Indonesia dari penyakit yang masuk dalam PD3I.
“Kita harap pemerintah daerah melalui dinas terkaitnya komitmen untuk mensukseskan program BIAN ini. Tentunya ini juga harus didukung oleh orang tua,” pungkas Welbertus, wakil rakyat dari Dapil Sintang 1 ini. (*)














