SINTANG, KN – Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lim Hie Soen meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait memastikan ketersediaan atau stok pangan dan daging di pasaran menjelang Idul Adha tahun ini.
Lantaran, kata politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, kebutuhan konsumsi masyarakat terutama terhadap daging diperkirakan akan meningkat menjelang hari besar keagamaan tersebut.
“Setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Adha kebutuhan masyarakat terhadap pangan, bumbu dapur dan daging akan meningkat. Tentunya, ini harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah melalui instansi terkaitnya,” kata Lim Hie Soen ketika ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, baru-baru ini.
Senator Lim Hie Soen menegaskan bahwa pemerintah daerah mesti menjamin dan memastikan ketersedian sembako maupun stok daging tersebut mencukupi dan mudah dijangkau.
“Artinya harga stabil dan stok aman sehingga tidak terjadi kelangkaan, karena umat muslim tidak lama lagi akan menyambut perayaan Idul Adha tahun ini,” tutur Lim Hie Soen.
Menurut Lim Hie Soen, beberapa harga bahan pangan masih tergolong mahal seperti cabai dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang masih cenderung tinggi harganya adalah telur, daging sapi, an daging ayam yang kemungkinan makin tinggi mendekati hari H Idul Adha pada 10 Juli 2022 mendatang.
“Untuk itu, kita minta ini dilakukan pengawasan dengan intens sehingga tidak ada oknum yang dengan sengaja meraup keuntungan lebih dengan memanfaatkan momen perayaan hari besar seperti Idul Adha tahun ini,” pinta Lim Hie Soen.
Tidak hanya itu, Lim Hie Soen juga mengingatkan kepada pemerintah daerah melalui instansi terkaitnya agar mewaspadai wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), khususnya di kabupaten yang berjuluk “Bumi Senentang” ini.
“Kita minta semua hewan ternak di kabupaten ini dapat dipastikan kesehatannya dan terbebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK),” tegas Lim Hie Soen.
“Kami juga minta hewan yang dijual peternak atau pedagang hewan kurban dicek dan dipastikan kondisi hewan teersebut benar-benar dalam kondisi sehat,”pungkas Lim Hie Soen, wakil rakyat dari Dapil Sintang 1 ini. (*)














