DASHAT: Kabupaten Sintang Aktifkan Program Stunting dengan Bantuan Barang

- Jurnalis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui program DASHAT (Dana Stunting Harus Atasi Stunting) berkomitmen untuk menangani masalah stunting dengan pendekatan yang berfokus pada 15 desa lokus stunting. Selly Gatie, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas P2KBPPA) Kabupaten Sintang, menjelaskan bahwa tahun 2023 difokuskan pada memberikan bantuan sponsorship berupa barang kepada keluarga beresiko stunting.

Selly Gatie menyampaikan bahwa bantuan tersebut berbentuk barang dan akan diberikan melalui Tim DASHAT di kecamatan. Uang yang diterima akan ditransfer langsung kepada Tim DASHAT di kecamatan dan desa, yang nantinya akan bertanggung jawab untuk melakukan pembelian barang sesuai kebutuhan sasaran.

“Kami di kabupaten pun tidak mampu kalau uang tersebut kami yang membelanjakannya. Karena bantuan sponsorship ini, yang diberikan kepada sasaran adalah dalam bentuk barang. Maka nanti, uang tersebut akan kami kirim ke Tim DASHAT di kecamatan,” tambah Selly Gatie.

Tim DASHAT di kecamatan dan desa akan melakukan pembelian di wilayah setempat, seperti membeli telur, beras, susu, kacang hijau, dan daging ayam. Barang-barang tersebut akan diserahkan kepada sasaran, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun dari keluarga tidak mampu.

“Penyerahan bantuan juga akan diawasi oleh Babinkamtibmas dan Babinsa supaya barangnya tepat sasaran dan sampai dengan baik. Serta pemanfaatannya juga akan diawasi,” terang Selly Gatie.

Selain itu, fokus program DASHAT tahun 2023 adalah melakukan pelatihan kepada kader posyandu dan kader pokja di 15 desa lokus stunting. Mereka akan dilatih dalam memasak makanan bergizi menggunakan bahan pangan lokal. Kader akan menjadi pelatih bagi keluarga beresiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga miskin.

“Keluarga beresiko stunting adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta yang berasal dari keluarga miskin. Kades posyandu dilatih, kemudian mereka juga melatih keluarga beresiko stunting ini. Nanti mereka bisa mengolah sendiri bahan pangan lokal tetapi gizinya tinggi,” tambah Selly Gatie.

Petugas Dinas P2KBPPA akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan sasaran, terutama bayi di bawah dua tahun. Jika berat badannya tidak naik, akan diterapkan strategi lanjutan untuk mengatasi masalah stunting.

(Rilis Kominfo Sintang)

Berita Terkait

Resmikan SPPG di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Bupati Sintang Langsung Bagikan MBG di SDN 26 Sintang
Kesra Sintang Kumpulkan 129 Penerima Hibah Tahun 2026, Ingatkan Jangan Fiktif
Bupati Sintang Warning 129 Penerima Dana Hibah 
Pemkab Sintang Terima 5 Piagam Usai Upacara HUT ke-69 Provinsi Kalbar di Pontianak
Setda Sintang Luncurkan Akun Media Sosial, Perkuat Penyampaian Informasi Kepada Masyarakat
Dampak Pemotongan Anggaran, Pemkab Sintang Ubah Cara Musrenbang 2026
Pemkab Sintang Dukung Pengajian Keliling BKMT
Wabup Sintang Dorong Lemkari Sintang Hasilkan Generasi Tangguh dan Atlet Karate Berprestasi

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:10 WIB

Resmikan SPPG di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Bupati Sintang Langsung Bagikan MBG di SDN 26 Sintang

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:05 WIB

Kesra Sintang Kumpulkan 129 Penerima Hibah Tahun 2026, Ingatkan Jangan Fiktif

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Bupati Sintang Warning 129 Penerima Dana Hibah 

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:21 WIB

Pemkab Sintang Terima 5 Piagam Usai Upacara HUT ke-69 Provinsi Kalbar di Pontianak

Senin, 26 Januari 2026 - 16:29 WIB

Setda Sintang Luncurkan Akun Media Sosial, Perkuat Penyampaian Informasi Kepada Masyarakat

Berita Terbaru