BREAKING NEWS: Tim Kuasa Hukum Bantah Dakwaan Korupsi terhadap Ir. H. Bambang Widianto (BW), Sebut Dakwaan JPU “Prematur dan Tidak Cermat”

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KN – Tim penasihat hukum Ir. H. Bambang Widianto, M.T. (BW), yang terdiri dari Fahrurrazi, S.H., Marwandy, S.Psi., S.H., M.H., Mariana Wina Megawati, S.H., M.H., dan William Manullang, S.H. secara tegas membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara korupsi bernomor 45/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt Pst. Dalam eksepsi yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini, Selasa (6/5/2025) kuasa hukum menyatakan dakwaan JPU cacat hukum dan prematur.

*Dakwaan Dinilai “Copy-Paste” Penyidikan*
Marwandy, salah satu pengacara BW, menyoroti ketidakcermatan JPU dalam merumuskan dakwaan. “JPU hanya mengcopy-paste berkas penyidikan tanpa verifikasi mendalam. Bahkan, mereka memasukkan pasal dari Perpres Lingkungan Hidup yang tidak relevan dengan perkara ini. Ini jelas menunjukkan dakwaan yang prematur dan tidak cermat,” tegas Marwandy di persidangan.

William Manullang menambahkan, “Klien kami telah memenuhi semua kewajiban kontrak, termasuk penyerahan barang dan pembayaran kepada vendor. Dakwaan bahwa BW tidak melaksanakan kontrak adalah keliru dan tidak berdasar.”

*SOP vs Tindak Pidana Korupsi*
Tim hukum juga mempertanyakan apakah pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. “Apakah melanggar SOP otomatis menjadi tindak melawan hukum? JPU gagal membuktikan unsur actus reus dan mens rea dalam dakwaannya,” ujar Marwandy.

*Permohonan Pembatalan Dakwaan*
Dalam kesimpulan, tim kuasa hukum meminta majelis hakim untuk:
1. Membatalkan dakwaan JPU karena tidak memenuhi syarat formal dan materiil.
2. Menyatakan perkara ini sebagai sengketa perdata, bukan pidana.
3. Membebaskan BW dari semua tuduhan dan memulihkan nama baiknya.

“Kami yakin hakim akan melihat fakta secara adil. BW adalah korban dari dakwaan yang gegabah,” tandas William.

Sidang berikutnya akan dianjutkan pada tanggal 15 Mei 2025 dengan agenda jawaban dari Jaksa terhadap eksepsi Penasehat hukum dan juga ekspeai terdakwa.

Kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat terkait tidak diterimanya bantuan gerobak yang seharusnya dibagikan oleh pemerintah kepada pelaku UMKM. Tim Bareskrim Polri kemudian mengusut dugaan penggelembungan anggaran dan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
Total dana yang digelontorkan untuk pengadaan gerobak ini mencapai sekitar Rp76 miliar untuk 10.700 unit gerobak. Selain itu, ditemukan adanya penerima fiktif dan penyalahgunaan anggaran dalam proses pengadaan tersebut.

Berita Terkait

Ukir Prestasi Nasional, Pemdes Paal Adakan Tasyukuran
Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Marwandy Sampaikan Langsung Keluhan Warga Pedalaman Terkait Aturan Barcode dan Kuota Subsidi Kepada Menteri BUMN
Empat Dosen STT Khatulistiwa Sintang Ikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025
Organisasi Masyarakat Sabang Merah Borneo Tolak Transmigrasi di Kalimantan
Capaian Nyata BPJS Kesehatan, Bukti Pemerataan Layanan JKN Hingga ke Pedalaman
Kuasa Hukum CV Enambelaspro Serukan Pengawasan Ketat Proses PKPU PT FAB (Ketua Porsche Club Indonesia)
Komisi V DPR RI Tinjau Standar Pelayanan Minimum di Sejumlah Ruas Tol Strategis Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:43 WIB

Ukir Prestasi Nasional, Pemdes Paal Adakan Tasyukuran

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Minggu, 7 September 2025 - 15:27 WIB

Marwandy Sampaikan Langsung Keluhan Warga Pedalaman Terkait Aturan Barcode dan Kuota Subsidi Kepada Menteri BUMN

Rabu, 23 Juli 2025 - 15:01 WIB

Empat Dosen STT Khatulistiwa Sintang Ikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025

Kamis, 17 Juli 2025 - 09:18 WIB

Organisasi Masyarakat Sabang Merah Borneo Tolak Transmigrasi di Kalimantan

Berita Terbaru