SINTANG, KN – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Toni, S.Sos, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak 2025, menegaskan komitmen panitia dalam menjaga ketertiban serta citra positif acara tahunan tersebutn pihak Kepolisian untuk membantu pengamanan, khususnya dalam mengurai potensi kemacetan lalu lintas y. Dalam konferensi pers menjelang pelaksanaan Gawai, Toni menyampaikan bahwa panitia akan bersinergi dengaang biasa terjadi saat ribuan pengunjung memadati lokasi acara.
“Kita ingin Gawai Dayak tahun ini menjadi momen yang tertib, nyaman, dan menggambarkan budaya Dayak yang sebenarnya—yakni humanis, edukatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai leluhur,” ujar Toni.
Ia juga menegaskan adanya larangan keras terhadap penjualan minuman keras tradisional seperti arak di area acara. Menurutnya, panitia ingin mengubah persepsi sebagian masyarakat yang selama ini mengidentikkan Gawai Dayak dengan pesta minuman keras.
“Kita ingin masyarakat melihat bahwa budaya Dayak bukan sekadar hiburan, tapi juga sarat dengan nilai, sejarah, dan pesan moral. Penjualan arak atau konsumsi minuman keras di area acara akan ditindak tegas,” tambah Toni.
Dengan pendekatan yang lebih edukatif dan berbudaya, panitia berharap Gawai Dayak tahun ini bisa menjadi ajang pelestarian budaya yang memberi dampak positif, terutama bagi generasi muda Dayak.














