SINTANG, KN – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Markus Jembari, mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD untuk segera merumuskan dan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur sektor Galian C dan potensi retribusi lainnya. Langkah ini diyakini akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
Jembari menilai Kabupaten Sintang memiliki potensi besar dari sektor pertambangan non-logam dan sumber daya alam lainnya yang belum tergali secara optimal. Menurutnya, potensi ini dapat dioptimalkan melalui regulasi yang komprehensif.
“Baru-baru ini kami berdiskusi mengenai hal ini. Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati sedang berupaya keras berinovasi untuk meningkatkan PAD. Kabupaten Sintang kaya akan sumber daya alam, seperti perkebunan dan lainnya. Yang perlu kita lakukan adalah mengatur pemanfaatannya melalui regulasi yang tepat,” jelas Jembari.
Ia menyoroti lemahnya penerapan Perda Galian C yang ada saat ini, bahkan menyatakan belum adanya perda yang secara khusus dan detail mengatur sektor tersebut. Kondisi ini mengakibatkan potensi pendapatan daerah yang sangat besar menjadi belum termanfaatkan secara maksimal.
“Potensi dari sektor Galian C sangat luar biasa. Jika retribusi dipungut sesuai aturan yang jelas dan terukur, nilainya bisa mencapai puluhan miliar rupiah per tahun,” ungkap politisi Partai Demokrat ini.
Selain Galian C, Jembari juga menyoroti potensi retribusi dari sektor swasta dan perusahaan yang beroperasi di Sintang. Dengan perda yang jelas dan terstruktur, retribusi dari sektor ini dapat menjadi sumber PAD yang signifikan.
Jembari menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan dan mengesahkan perda tersebut.
“Saya sangat mendukung upaya pembentukan perda ini, baik yang diusulkan eksekutif maupun inisiatif dari DPRD. Yang terpenting adalah kita duduk bersama, berkolaborasi, dan membahas secara detail rancangan Perda Galian C ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah kebijakan pemerintah pusat yang menekankan efisiensi anggaran, daerah tidak boleh pasif. Justru, saat inilah inovasi dan optimalisasi potensi daerah menjadi sangat penting.
“Kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus aktif mencari terobosan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi daerah kita sendiri demi kesejahteraan masyarakat Sintang,” pungkas Jembari.














