SINTANG, KN – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sintang menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2024 yang dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pandangan ini disampaikan Anggota DPRD Sintang, Lusi, dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025.
Dalam penyampaiannya, Lusi mengapresiasi realisasi PAD tahun 2024 yang mencapai Rp179,04 miliar atau sebesar 105,16 persen dari target. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum mencerminkan adanya lompatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pencapaian ini memang melebihi target, namun belum menunjukkan adanya peningkatan yang nyata dari sisi nilai dan strategi. Artinya, Pemkab Sintang masih belum optimal dalam menggali potensi-potensi PAD yang tersedia,” kata Lusi.
Fraksi Demokrat mendorong pemerintah daerah agar mulai menerapkan strategi baru yang lebih inovatif dalam meningkatkan pendapatan daerah. Salah satu usulan penting yang disampaikan adalah keterlibatan pemerintah desa dalam pengelolaan potensi pendapatan lokal.
“Kami meminta pemerintah daerah untuk melibatkan desa-desa dalam strategi peningkatan PAD, tentunya dengan skema pembagian hasil yang adil. Potensi lokal yang ada di tiap desa bisa dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Selain itu, Fraksi Demokrat juga menyoroti realisasi total pendapatan daerah tahun 2024 yang mencapai Rp2,088 triliun atau 100,9 persen dari target Rp2,069 triliun. Menurut Lusi, meskipun angka ini di atas target, hal tersebut menunjukkan masih kurang tepatnya penetapan proyeksi pendapatan dalam perencanaan anggaran.
“Capaian ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan dalam menentukan estimasi pendapatan. Target yang ditetapkan harus realistis namun tetap menantang agar kinerja pendapatan bisa terus ditingkatkan,” tambahnya.
Fraksi Partai Demokrat berharap Pemerintah Kabupaten Sintang dapat menggunakan data makro keuangan daerah secara cermat sebagai dasar penyusunan kebijakan anggaran yang lebih terukur dan efisien di masa mendatang.
“Kondisi makro ini harus menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan alokasi anggaran. Dengan perencanaan yang matang, visi dan misi Pemkab Sintang bisa diwujudkan secara konkret, terarah, serta membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Lusi.














