SINTANG, KN – Dalam penyampaian pandangan umum terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD Kabupaten Sintang memberikan apresiasi atas capaian pendapatan daerah, namun juga menyampaikan sejumlah catatan penting terkait realisasi belanja daerah dan kualitas perencanaan anggaran.
Fraksi Hanura mencermati bahwa pendapatan daerah tahun 2024 mencapai Rp2,088 triliun, atau 100,90% dari target yang ditetapkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan melampaui target dengan capaian 105,16%, sementara pendapatan transfer tercatat mencapai 101,57%. Capaian ini dinilai menunjukkan kinerja positif dalam upaya optimalisasi sumber-sumber penerimaan daerah.
Meski demikian, Fraksi Hanura menyoroti rendahnya realisasi pada pos “lain-lain pendapatan daerah yang sah”, yang hanya mencapai 33,96%. Fraksi meminta penjelasan rinci dari pemerintah daerah mengenai penyebab rendahnya capaian tersebut, serta langkah-langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengoptimalkannya di masa mendatang.
Di sisi belanja daerah, Fraksi Hanura mencatat bahwa realisasi mencapai Rp2,098 triliun atau 91,51% dari total anggaran. Beberapa hal yang menjadi perhatian Fraksi antara lain:
Belanja operasi hanya terserap 89,90%, padahal pos ini penting dalam menunjang pelayanan dasar kepada masyarakat.
Belanja modal hanya terealisasi 85,33%, menunjukkan masih adanya hambatan dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan fisik.
Belanja tidak terduga sangat minim, hanya terserap 17,79%, yang menurut Fraksi mencerminkan kurangnya kesiapan dan antisipasi terhadap kebutuhan darurat atau tak terencana.
Sebaliknya, belanja transfer justru melebihi target, dengan realisasi sebesar 101,81%, sehingga Fraksi meminta kejelasan atas penggunaannya dan dampaknya terhadap pelayanan publik atau pembangunan wilayah.
Fraksi Hanura menegaskan bahwa capaian anggaran tidak hanya diukur dari sisi persentase, melainkan harus dikaitkan langsung dengan efektivitas program dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, Fraksi mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk meningkatkan kualitas perencanaan anggaran, agar program-program prioritas dapat dilaksanakan secara optimal, tepat waktu, dan memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat.














