MUARA TEWEH, KN – Sebuah momen penuh kebahagiaan dan kekhusyukan berlangsung di Desa Bintang Ninggi, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, saat pasangan suami istri Bapak Muhammad Fahri Fauza dan Ibu Widya Novita Sari menggelar Tasyakuran Tasmiyah dan Aqiqah untuk putra pertama mereka, pada Senin (13/10/2025).
Acara ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak pertama mereka, sekaligus melaksanakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW dalam bentuk tasmiyah (pemberian nama) dan aqiqah (penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur).
Dalam tradisi Islam, tasmiyah adalah momen penting untuk memberikan nama kepada bayi yang baru lahir. Tasmiyah biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran, namun juga bisa dilakukan setelah tali pusar bayi kering atau sesuai dengan kesiapan keluarga. Acara ini sering dirangkaikan dengan walimatul tasmiyah, yaitu syukuran yang disertai dengan doa bersama, pemotongan rambut bayi, pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, serta penyajian hidangan kepada para tamu.
Acara yang digelar secara sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, keluarga besar, tetangga, serta para sahabat dekat. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan prosesi pemberian nama dan pemotongan rambut sang bayi secara simbolis. Tak lupa, tausiyah singkat disampaikan oleh tokoh agama setempat yang menekankan pentingnya nama baik dan harapan orang tua terhadap masa depan anak.
Mengutip tafsir Kemenag dalam penjelasan surat Al-Fatihah ayat 1, disebutkan bahwa bertasmiyah atau mengingat nama Allah (Basmalah) dalam setiap kegiatan akan menjadikan seseorang senantiasa berada dalam lindungan dan kekuatan spiritual. Hal ini memberikan keberkahan dalam hidup dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda dari setiap amal perbuatan yang dilakukan dengan niat yang lurus karena Allah SWT.
“Tasmiyah bukan hanya sekadar memberikan nama, tapi juga bentuk doa dan harapan besar dari orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, kuat, dan selalu mengingat Allah dalam setiap langkah hidupnya,” ujar salah satu tokoh agama yang turut hadir dalam acara tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan makan bersama dan ramah tamah antar tamu undangan, sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam dari keluarga besar Bapak Muhammad Fahri Fauza dan Ibu Widya Novita Sari.
Melalui tasyakuran ini, keluarga berharap putra mereka kelak tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
(Ramli)















