Pendahuluan
Transformasi digital telah mengubah cara berbelanja masyarakat. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pasar daring tradisional merupakan langkah awal. Namun, kehadiran social commerce, khususnya TikTok Shop (sekarang bekerja sama dengan marketplace), menghadirkan cara baru. Kombinasi antara hiburan dan berbelanja ini menciptakan lingkungan yang berbeda, yang telah terbukti efektif sebagai metode baru untuk UMKM meningkatkan omzet secara signifikan.
Kolaborasi Penemuan dan Niat
Inti perbedaan antara kedua platform ini terletak pada tingkah laku konsumen. Marketplace beroperasi berdasarkan niat: pembeli datang dengan tujuan mencari produk tertentu. Sebaliknya, TikTok Shop berfungsi berdasarkan penemuan: barang-barang UMKM ditemukan lewat video menghibur dan pengalaman belanja langsung yang interaktif.
Kerjasama antara TikTok Shop dan marketplace (seperti Shop | Tokopedia) menyatukan manfaat dari kedua belah pihak. TikTok berfungsi sebagai alat pemasaran dan penemuan yang kuat, menarik perhatian jutaan pengguna yang awalnya datang untuk hiburan. Di sisi lain, sistem transaksi, logistik, serta aspek keamanan yang dikelola oleh partner marketplace memberikan kepercayaan dan kenyamanan saat melakukan pembelian.
Dua elemen utama yang mendukung peningkatan omzet UMKM di TikTok adalah:
Konten Video yang Kreatif: Video singkat, menarik, dan sejalan dengan tren memungkinkan produk UMKM dilihat oleh audiens yang lebih luas. Konten ini memicu dorongan untuk membeli.
Belanja Langsung: Fitur ini memberikan kesempatan untuk interaksi langsung, demonstrasi produk, serta penawaran diskon yang mendesak. Keterlibatan langsung dan rasa terburu-buru ini secara signifikan meningkatkan konversi penjualan.
Selain itu, memanfaatkan jaringan Afiliasi yang luas membantu UMKM memperluas jangkauan promosi tanpa pengeluaran pemasaran awal. Banyak UMKM melaporkan kenaikan omzet sebesar 50% hingga lebih dari 100% setelah menerapkan pendekatan terpadu ini.
Kesimpulan
Kombinasi antara TikTok Shop dan marketplace telah menciptakan kerangka perdagangan digital yang ideal untuk UMKM. Platform ini mengalihkan tontonan menjadi penjualan, memberikan peluang bagi UMKM lokal untuk bersaing di dunia social commerce.
Penutup
Dengan terus beradaptasi pada tren konten dan secara konsisten memanfaatkan fitur interaktif seperti belanja langsung, UMKM di Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga siap untuk melesat, menjadikan platform sosial sebagai alat utama untuk meningkatkan omzet.
Penulis, Erma Dwi Melinda
Mahasiswi STMIK TAZKIA














