Pemprov Kaltara Matangkan Rencana Aksi Pembangunan Kawasan Perbatasan untuk APBDP 2025 dan APBD 2026

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TARAKAN, KN – Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., secara resmi membuka kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Kawasan Perbatasan untuk APBD Perubahan 2025 dan APBD Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Royal Tarakan, Kamis (27/11), dan diselenggarakan oleh Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Robby memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan kawasan perbatasan.

“Semoga kegiatan ini menjadi pedoman kerja sekaligus fondasi kuat bagi peningkatan koordinasi dan sinergi pembangunan kawasan perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.

Robby menjelaskan bahwa letak geografis Kaltara sebagai provinsi perbatasan memberikan nilai strategis, sekaligus potensi sumber daya alam yang melimpah—mulai dari minyak dan gas, batu bara, perkebunan, pariwisata, hingga perikanan. Potensi tersebut, katanya, harus dikelola secara terarah melalui perencanaan yang matang.

Ia menambahkan bahwa penyusunan rencana aksi ini bertujuan menyatukan persepsi antar pemangku kebijakan dan mengakomodasi berbagai usulan program ke dalam dokumen perencanaan pembangunan kawasan perbatasan.

“Rapat ini menjadi ruang untuk menyelaraskan program dan kegiatan ke dalam dokumen perencanaan agar pembangunan dapat berjalan efektif dan terarah,” jelasnya.

Staf Ahli Gubernur tersebut turut menyampaikan bahwa rencana aksi pembangunan kawasan perbatasan tahun anggaran 2026 harus selaras dengan Rencana Kerja (Renja) masing-masing perangkat daerah, sekaligus mendukung visi Kaltara sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur, dan Berkelanjutan.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan.

“Koordinasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, serta instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan kawasan perbatasan yang optimal,” tegas Robby.

Pada akhir sambutannya, Robby berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat sinergi dan menghasilkan rencana aksi yang lebih komprehensif.

“Dengan perencanaan yang baik, pembangunan yang merata dapat diwujudkan dan kawasan perbatasan dapat berkembang lebih optimal,” pungkasnya. (dkisp)

Berita Terkait

Bupati Malinau, Resmikan Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Malinau Jemaat Kelapis
Bangun Sinergi dan Pelayanan Publik, Gubernur Zainal Raih The Best Governor 2026
Bupati Wempi Apresiasi Jalan Santai Kerukunan HAB Kemenag ke-80 dan Harlah NU ke-100
Ketua TP PKK Malinau Bersama Organisasi Wanita Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Respen Tubu
Pemkot Tarakan Raih Penghargaan UHC Pratama
Wawali Kota Tarakan Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional di Alun-alun Desa Pulau Sapi
Penyelesaian Batas Negara RI-Malaysia Berjalan Sesuai Rencana, BPP Kaltara Pastikan Tidak Ada Desa Yang Hilang

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:03 WIB

Bupati Malinau, Resmikan Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Malinau Jemaat Kelapis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:49 WIB

Bangun Sinergi dan Pelayanan Publik, Gubernur Zainal Raih The Best Governor 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:46 WIB

Bupati Wempi Apresiasi Jalan Santai Kerukunan HAB Kemenag ke-80 dan Harlah NU ke-100

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ketua TP PKK Malinau Bersama Organisasi Wanita Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Respen Tubu

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:33 WIB

Berita Terbaru