SINTANG, KN – Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap memimpin misa Pesta Keluarga Kudus di Paroki Kristus Raja Katedral Sintang pada Minggu, 28 Desember 2025.
Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap Uskup Keuskupan Sintang dalam kotbahnya menceritakan peristiwa menyedihkan seputar Natal yakni terkait dalam peranan Yosef dan Maria dalam melindungi Yesus dari ancaman pembunuhan oleh Herodes.
“Yosef membawa Maria dan Yesus ke Mesir untuk menghindari ancanam Herodes. Setelah tinggal di Mesir beberapa lama, Yosef kemudian membawa Maria dan Yesus ke Nazaret untuk menetap dan membesarkan Yesus” terang Uskup Sintang.
“kita bisa membayangkan perjalanan yang jauh menuju Mesir. Saat itu kendaraan belum ada, yang ada hanya keledai. Menempuh perjalanan ratusan kilometer. Sehingga Yesus selamat dari ancaman pembunuhan oleh Herodes.
Maknanya adalah ada tanggungjawab yang ditunjukan oleg Yosef sebagai kepala rumah tangga yang ingin melindungi Maria dan Yesus. Ada ketaatan Yosef kepada perintah Allah untuk membawa Maria dan Yesus. ” terang Uskup Sintang
“itulah salah satu cerita pengorbanan seorang ayah terhadap keluarganya. Yesus kemudian tinggal dan dibesarkan di Nazaret. Yosef mengajarkan cara hidup yang baik, diajarkan cara menjadi tukang kayu dan kehidupan. Dari perumpamaan yang ada di Injil, terlihat Yesus belajar banyak hal di Nazaret tentang kehidupan” tambah Uskup Sintang
“hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus yakni Yosef, Maria dan Yesus. Bagaimana peran keluarga Katolik saat ini. Keluarga Katolik adalah Gereja Mini. Di dalam keluargalah anak-anak bisa dididik dalam iman Katolik. Ada hubungan antara suami dan istri, ayah dan anak-anak, ibu dan anak-anak. Praktek iman Katolik harus diajarkan oleh orang tua dengan hal-hal yang sederhana” tambah Uskup Sintang.
“banyak doa dan devosi dalam gereja Katolik yang sebaiknya dilaksanakan oleh keluarga Katolik, untuk memperkuat kebersamaan diantara anggota Keluarga Katolik. Kalau anak menuntut orangtua bertanggungjawab, maka anak-anak juga harus bertanggungjawab dengan menjadi anak yang baik dan mendengarkan orangtua” pesan Uskup Sintang.
“itulah mengapa KWI dan PGI mengambil tema Natal 2025 adalah Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga. Karena kita sadar ada banyak hal yang bisa merusak anak-anak yakni kemajuan teknologi informasi, narkoba dan hal lainnya. Kita juga sadar, peranan keluarga sangat penting untuk membentengi anak-anak kita” terang Uskup Sintang
“maka keluarga harus terbuka terhadap kehadiran Tuhan dalam kehidupan. Saya berpesan kepada keluarga Katolik, untuk menghadirkan Tuhan, sehingga bisa menjadi keluarga yang baik. Saat saya masih kecil, orangtua saya bukan seorang Katolik, tetapi mereka menunjukan prilaku dan perbuatan yang baik. Mereka peduli dengan tetangga yang susah, memberikan makan orang gila. Saya sebagai seorang anak, melihat langsung praktek baik dan contoh itu, bagaimana mengasihi sesama manusia. Orangtua Katolik wajib memberikan contoh baik, kasih dan kepedulian kepada sesama” terang Uskup Sintang
“mari kita berubah bersama-sama menuju ke arah yang lebih baik. Keuskupan Sintang bisa maju, kalau keluarga Katolik yang ada di Keuskupan Sintang juga kokoh, kuat dan beriman. Jangan sampai ada yang murtad di kemudian hari. Murtad adalah dosa maut. Teruslah berupaya menjadi seorang Katolik sejati” tutup Uskup Sintang.
Sebelum berkat penutup, Uskup Sintang memandu pasangan Katolik untuk kembali mengucapkan janji pernikahan yang pernah diucapkan saat menikah di gereja Katolik. Bapak-bapak yang pertama diminta janjinya oleh Uskup Sintang, disusul Ibu-ibu. Masing-masing pasangan saat mengucapkan janji, saling berhadapan dan berpegangan tangan.














