SINTANG, KN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sintang semakin dirasakan oleh masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama untuk jenis BBM Premium yang paling banyak diminati warga. Di beberapa titik SPBU, antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai hingga 500 meter, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sejak pagi hari, warga sudah memadati area SPBU demi mendapatkan BBM. Tidak sedikit pengendara yang rela menunggu berjam-jam agar bisa mengisi tangki kendaraan mereka. Situasi ini tentu berdampak pada aktivitas harian masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga pengemudi ojek dan angkutan umum yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk mencari nafkah.
Salah seorang warga mengaku terpaksa datang lebih awal agar tidak kehabisan jatah. Jika terlambat sedikit saja, stok Premium sering kali sudah habis sebelum semua antrean terlayani. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama jika kelangkaan berlangsung dalam waktu lama.
Di tengah situasi tersebut, keberadaan Pertashop Pertamina di kawasan Baning menjadi salah satu solusi yang cukup membantu warga. Meski antrean di Pertashop juga terlihat mengular, setidaknya masyarakat memiliki alternatif lain selain SPBU utama. Banyak warga mengaku terbantu karena distribusi di Pertashop dinilai cukup membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU besar.
Masyarakat berharap pasokan BBM di Sintang segera kembali normal agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat berjalan lancar seperti sediakala.



















