Anggota DPR Desak Polri Cegah Vandalisme Pertanian

oleh
oleh

Anggota Komisi IV DPR RI, Zuber Safawi, meminta pihak kepolisian sigap mencegah aksi vandalisme di wilayah persawahan yang muncul di sejumlah tempat di dekat Yogyakarta dan Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. <p style="text-align: justify;">"Aksi `crop circle` ini mulai mengkhawatirkan dan jelas merugikan petani yang lahannya siap panen," kata Zuber di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/01/2011). <br /><br />Pembuatan "crop circle" (motif lingkaran tertentu di areal pertanian) di sejumlah tempat dekat Yogyakarta, menurut Zuber, sudah tergolong aksi vandalisme. <br /><br />"Tujuannya hanya cari sensasi, tetapi berapa hektare tanaman yang rusak karena ajang grafiti itu," tambah Anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah 1 ini. <br /><br />Anggota Komisi IV DPR bidang pertanian, peternakan, dan kehutanan itu mensinyalir untuk membuat motif "crop circle", diperlukan lahan sawah yang relatif luas agar efek motifnya dapat terlihat dari kejauhan. Selain itu, aksi ini juga mengorbankan tanaman padi siap panen, karena bentuknya yang sudah tinggi dan rimbun. <br /><br />Ia mencontohkan, "crop circle" yang muncul di Berbah, Sleman, terdiri atas beberapa lingkaran besar, bahkan yang terbesar berdiameter 25,7 meter. <br /><br />"Berapa padi siap panen yang dikorbankan, belum lagi kerusakan akibat terinjak orang-orang yang menonton, maupun yang meneliti," imbuh Zuber. <br /><br />"Crop Circle" yang menghebohkan dan ditafsirkan macam-macam itu, ternyata menurut hasil penelitian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terbukti dibuat oleh oknum tak bertanggung jawab. <br /><br />"Crop circle" pertama muncul di persawahan Berbah, Sleman, pada Minggu, 23 Januari 2011, disusul kemudian "crop circle" yang lebih kecil di daerah Piyungan, Bantul, dikabarkan terlihat pada Selasa, 25 Januari 2011. Sedangkan yang terakhir muncul di Magelang, Jawa Tengah, pada 30 Januari 2011 lalu. <br /><br />Zuber mengkhawatirkan aksi vandalisme ini kemudian menjadi tren yang diikuti oleh pelaku-pelaku lain di berbagai tempat. <br /><br />"Padahal kita sedang mengupayakan optimalisasi produksi beras nasional, sudah cukup petani dihadapkan oleh berbagai kendala produksi akibat anomali iklim, serangan wereng, kelangkaan pupuk, dan sekarang `crop circle`," katanya. <br /><br />Ia juga meminta pemerintah lewat instansi terkait mendata kerugian petani yang ditimbulkan oleh aksi "crop circle". <br /><br />"Penting juga dicari solusi terkait penggantian terhadap mereka yang dirugikan, karena kerusakan itu pun diakibatkan oleh aktivitas penelitian fenomena `crop circle` di lokasi," tuturnya. <br /><br />Ia mengajak banyak pihak, termasuk segenap perangkat desa, masyarakat, serta pemilik lahan untuk mengamankan dan menyukseskan panen raya dengan mencegah aksi vandalisme di lahan persawahan itu. <br /><br />"Aksi vandalisme tergolong perusakan terhadap barang milik umum dan orang lain, diancam pidana dalam KUH Pidana," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>