SINTANG – Angka kemiskinan di Kabupaten Sintang meningkat. Tahun 2017 saja, ada 1.110 jiwa penduduk
miskin yang bertambah. Sintang pun tercatat menduduki garis kemiskinan tertinggi se-Kalbar.Sintang pun
tercatat menduduki garis kemiskinan tertinggi se-Kalbar.
Meningkatnya angka kemiskinan seperti yang dibeberkan Wakil Bupati Sintang Askiman terjadi sudah dalam
kurun waktu tiga tahun terakhir. Tahun 2016, angka kemiskinan sebesar 10,07 persen naik menjadi 10,20
persen di tahun 2017. Dengan meningkatnya angka kemiskinan ini maka semakin meningkat pula jumlah
penduduk miskin di kabupaten sintang. Dari 40.360 jiwa di tahun 2016 menjadi 41.460 jiwa pada tahun
2017 atau meningkat sebanyak 1.100 jiwa.
Otomatis, masalah pembangunan di kabupaten sintang sekarang ini semakin bertambah. Angka kemiskinan
selama kurun waktu tiga tahun terakhir semakin meningkat.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Jeffray Edward
mengatakan, ada banyak faktor penyebab tingkat kemiskinan meningkat selain infrastruktur. Rendahnya
harga komoditas karet yang tidak stabil juga berpengaruh.
Namun, yang paling dibutuhkan oleh masyarkat saat ini kata dia, infrastruktur jalan. “Harga karet tidak
stabil, berdampak pada perekonomi, tingkat kemiskinan terjadi semakin besar,” ungkapnya.
Jeffray menilai, persoalan infrastruktur di Kabupaten Sintang sangat darurat di kabupaten sintang. Oleh
sebab itu, sangat dibutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pusat.
“Secara nyata Dana DAU yang ada tidak mampu untuk membiayai semua infrastruktur yang sangat berat.
Perlu kerja cepat perlu kerjasama dengan provinsi dan pusat, supaya pembangunan cepat terlaksana. Ini
akan berakibat pada penurunan angka kemiskinan di kabupaten sintang,” harapnya. (OK)














