S1NTANG, KN – Hujan deras yang mengguyuy mengguyur wilayah Kecamatan Sepauk sejak tadi malam mengakibatkan banjir bandang yang sangat parah di dua desa, yakni Desa Bernayau dan Desa Nanga Pari. Bencana alam ini menyebabkan kerusakan infrastruktur vital serta merendam permukiman warga dengan ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan.
Di Desa Bernayau, banjir bandang menyebabkan debit air Sungai Sepauk meningkat drastis. Akibatnya, Jembatan Gantung Sei Sepauk yang menjadi akses utama masyarakat setempat dilaporkan hampir putus. Arus air yang sangat deras menggerus bagian pondasi jembatan sehingga kondisinya kini sangat rawan dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Sementara itu, di Desa Nanga Pari, banjir bandang merendam sedikitnya tiga dusun. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, atau setinggi kerang rumah warga. Bahkan, satu unit ruko dilaporkan tenggelam dan air telah mencapai bagian jendela bangunan. Aktivitas masyarakat lumpuh total akibat genangan air yang belum juga surut.
Tak hanya itu, akses jalan di KM 50 mengalami kerusakan parah. Jalan tersebut ambruk dan tidak dapat dilewati oleh kendaraan secara permanen. Kondisi semakin diperparah dengan putus totalnya jalan di KM 50 Kayu Lapis, Desa Sinar Pekayau, yang merupakan jalur penghubung penting bagi masyarakat di wilayah tersebut

Dua desa di Kecamatan Sepauk ini kini terisolasi dan sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, perbaikan infrastruktur, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak banji bandang yang sangat parah ini.(SM)














