Home / Tak Berkategori

Bupati: Jembatan Pulau Laut-Kalimantan Harus Jadi

- Jurnalis

Kamis, 27 Januari 2011 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Irhami Ridjani, menyatakan, jembatan Pulau Laut-Kalimantan harus jadi, menyusul masih belum jelasnya lokasi jembatan karena sebagian masuk kawasan hutan cagar alam. <p style="text-align: justify;">Demikian kata Irhami dalam ekspos program Community Development/ Corporate Social Responsibility sejumlah peruahaan, di Hotel Grand Surya Kotabaru, Rabu (26/01/2011). <br /><br />Menurut Bupati, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Pulau Laut di mana terdapat enam kecamatan di Kotabaru dengan daratan Kalimantan itu akan terbukanya daerah terisolasi untuk menjadi daerah yang maju dan dapat mengejar ketertinggalan. <br /><br />"Dan yang tidak kalah pentingnya akan mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kotabaru dan sekitarnya," jelas Irhami. <br /><br />Multiplayer Effect setelah terbangunnya jembatan akan sangat dirasakan oleh masyarakat di daerah-daerah yang kini masih dalam ketertinggalan karena faktor transportasi. <br /><br />Banyak faktor yang menjadi kendala dalam upaya Kotabaru mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. <br /><br />Diantaranya, faktor geografis, di mana wilayah Kotabaru yang terdiri dari 110 pulau besar dan kecil itu masyaraktnya masih lebih dominan menggunakan alat transportasi laut. <br /><br />Jika Pulau Laut dengan Kalimantan sudah terhubung, Irhami yakin laju pertumbuhan ekonomi Kotabaru akan melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yakni, diatas 6 persen. <br /><br />Dia juga optimistis, setelah jembatan sepanjang 3,5 km itu terbangun dan transportasi lancar tidak lagi dibatasi waktu, seperti saat masih menggunakan kapal penyeberangan fery, maka akan tumbuh industri-industri kecil di daerah. <br /><br />Sebelumnya, Bupati mengatakan, jembatan yang menghubungkan Tanjung Ayun-Tarjun, dengan panjang 3,5 km dengan biaya sekitar Rp1 triliun itu akan dibangun oleh investor dari perusahaan bijih besi Group PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dengan cara hibah. <br /><br />Rencananya, pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh perusahaan kontruksi T.Y.Lin International Engeneering Consulting asal China dengan waktu sekitar 30 bulan. <strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru