Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Irhami Ridjani, menyatakan, jembatan Pulau Laut-Kalimantan harus jadi, menyusul masih belum jelasnya lokasi jembatan karena sebagian masuk kawasan hutan cagar alam. <p style="text-align: justify;">Demikian kata Irhami dalam ekspos program Community Development/ Corporate Social Responsibility sejumlah peruahaan, di Hotel Grand Surya Kotabaru, Rabu (26/01/2011). <br /><br />Menurut Bupati, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Pulau Laut di mana terdapat enam kecamatan di Kotabaru dengan daratan Kalimantan itu akan terbukanya daerah terisolasi untuk menjadi daerah yang maju dan dapat mengejar ketertinggalan. <br /><br />"Dan yang tidak kalah pentingnya akan mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kotabaru dan sekitarnya," jelas Irhami. <br /><br />Multiplayer Effect setelah terbangunnya jembatan akan sangat dirasakan oleh masyarakat di daerah-daerah yang kini masih dalam ketertinggalan karena faktor transportasi. <br /><br />Banyak faktor yang menjadi kendala dalam upaya Kotabaru mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. <br /><br />Diantaranya, faktor geografis, di mana wilayah Kotabaru yang terdiri dari 110 pulau besar dan kecil itu masyaraktnya masih lebih dominan menggunakan alat transportasi laut. <br /><br />Jika Pulau Laut dengan Kalimantan sudah terhubung, Irhami yakin laju pertumbuhan ekonomi Kotabaru akan melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yakni, diatas 6 persen. <br /><br />Dia juga optimistis, setelah jembatan sepanjang 3,5 km itu terbangun dan transportasi lancar tidak lagi dibatasi waktu, seperti saat masih menggunakan kapal penyeberangan fery, maka akan tumbuh industri-industri kecil di daerah. <br /><br />Sebelumnya, Bupati mengatakan, jembatan yang menghubungkan Tanjung Ayun-Tarjun, dengan panjang 3,5 km dengan biaya sekitar Rp1 triliun itu akan dibangun oleh investor dari perusahaan bijih besi Group PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dengan cara hibah. <br /><br />Rencananya, pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh perusahaan kontruksi T.Y.Lin International Engeneering Consulting asal China dengan waktu sekitar 30 bulan. <strong> (phs/Ant)</strong></p>















