MALINAU, KN – Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., menyerahkan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan kepada kelompok pembudidaya ikan di kawasan Minapolitan, Desa Malinau Seberang, sekaligus melakukan penebaran benih ikan perdana.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat, khususnya sektor perikanan. Ia menyebutkan bahwa alokasi anggaran untuk sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga nelayan tangkap terus ditingkatkan setiap tahunnya.
“Setiap tahun kita berusaha menambah alokasi anggaran. Bantuan ini berupa bibit ikan dan perlengkapan pendukung. Ke depan, juga akan disalurkan perahu, ketinting, hingga alat tangkap untuk nelayan,” ujar Bupati Wempi.
Ia juga menyoroti pentingnya data kelompok pembudidaya yang valid dan aktif. Menurutnya, masih terdapat sembilan kelompok yang belum menerima bantuan tahun ini karena dinilai tidak aktif.
“Kalau tahun depan data sembilan kelompok ini aktif kembali, tentu kita akan usahakan agar bisa menerima bantuan yang sama,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya akan turun lagi nanti untuk melihat apakah bibit ini berkembang dan memberi hasil. Kalau berhasil, kita semua bahagia. Tapi kalau gagal, kami pun merasa ikut gagal,” tambahnya.
Ia juga mendorong sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, hingga Dinas PUPR, untuk mendukung pengembangan budidaya secara menyeluruh, termasuk akses infrastruktur menuju lokasi budidaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Dr. Afri ST. Padan, S.P., M.Si., melaporkan bahwa produksi perikanan budidaya di Malinau terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022 tercatat sebesar 154,73 ton, naik menjadi 258,82 ton di tahun 2023, dan kembali meningkat menjadi 316,65 ton pada tahun 2024.
“Capaian ini berkat kerja keras para pembudidaya dan dukungan pemerintah daerah. Namun tantangan juga makin besar, seperti iklim ekstrem, banjir, pencemaran air, hingga alih fungsi lahan kolam. Bantuan ini menjadi stimulan penting untuk terus mendorong kemandirian kelompok,” jelas Afri.
Adapun pada tahun 2025, bantuan yang disalurkan meliputi:
- 1.030 karung pakan pembesaran
- 120 karung pakan benih
- 10 kaleng pakan larva
- 213.212 ekor benih ikan (patin, lele, emas, dan gurami)
- 60 pasang indukan ikan
- 4 unit bak pemijahan
- Pompa lumpur dan pompa air
- 55 gulung waring
- Obat-obatan dan perlengkapan UPR
- 4 unit high blower
Bantuan ini diberikan kepada 39 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di Kabupaten Malinau.
Bupati Wempi berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik agar usaha budidaya perikanan dapat berkembang dan membawa kesejahteraan.
“Yang sudah mendapat bantuan, manfaatkanlah dengan sungguh-sungguh. Kita akan bertemu lagi nanti pada saat panen, untuk membuktikan bahwa program ini berhasil,” pungkasnya.














