Bupati Rupinus Peduli Dan Sambangi Pasien Penderita Hydrocephalus RSUD Sekadau

- Jurnalis

Kamis, 19 April 2018 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKADAU – Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si sambangi Septendi (7 bulan) penderita penyakit pembesaran dikepala (Hydrocephalus) yang sedang ditangani oleh tim medis dan dokter di RSUD Sekadau, Kamis (19 /4/18).

Bupati Rupinus katakan, ia akan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut terhadap pasien dimaksud, kapan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Direktur RSUD Sekadau, Hendry Alpius, S. Kep katakan, memang pasien ini akan dirujuk ke RS.Soedarso Pontianak karna keterbatasan alat medis di RSUD Sekadau. Saran kita memang harus dirujuk ke RS.Soedarso untuk operasi bedah syaraf.

“Secara umum memang sudah kita tangani disini dan untuk rencana selanjudnya kita serahkan dengan dokter yang menanganinya,” ucap Hendry.

Selain itu, Hendry katakan pihaknya masih koordinasi dengan Dinas terkait dan dalm hal ini Pemkab tidak tinggal diam. Kita harus memikirkan bagaimana membantu keluarganya yang menunggu berbulan-bulan di rumah sakit.

“Tadi sudah kita bicarakan dengan Pak Bupati dan ia katakan siap membantu namun masih harus koordinasi dengan pihak terkait,” tuturnya.

Sementara, menurut dokter yang menanganinya yakni dr. Eka, Sp. B Specialis Ahli Bedah katakan untuk penanganannya harus dipasang selang dari kepala dialirkan keperut (pemasangan pipisan) sehingga cairan itu bisa diserap karena isi dari kepalanya itu adalah cairan,” kata dr. Eka.

Untuk penanganannya disi sebenarnya harus dilakukan Computerized Tomography Scan (CT Scan), tapi alat itu tidak ada disini. Ia juga katakan, surat rujukan sudah kita buat tergantung keluarga saja kapan mau berangkat,” ucapnya.

dr. Eka katakan, salah satu penyebab terjadi pembesaran dikepala adalah ada yang disebut saluran irigasi (pentrical) jadi saluran itu tersumbat. Karna, di otak kita manusia diproduksi cairan kepala (LCS) dan setiap saat cairan itu diproduksi sehingga lama-lama cairan itu akan numpuk dikepala.

“Karna pasien tersebut masih anak bayi didalam tempurung kepala (sutura) belum nyambung, jadi kalau ada cairan dikepala maka akan bertambah lebar sehingga kepala membesar,” jelasnya. (AS /KN)

Berita Terkait

Jembatan Gantung di Balai Sepuak Dalam Kondisi Memprihatinkan 
BKSN Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau Resmi Ditutup
Kisruh Pemilihan Anggota Bawaslu Sekadau
PA Fraksi Hanura Terhadap APBD Perubahan Tahun 2023
BKSN Paroki Sekadau Resmi Dibuka
Subarno Hadiri Pembukaan BKSN Tahun 2023
PA Fraksi DPRD Terhadap Raperda Perubahan TA 2023
Abun Tono Hadiri Misa Syukur 25 Tahun imamat

Berita Terkait

Sabtu, 13 September 2025 - 17:22 WIB

Jembatan Gantung di Balai Sepuak Dalam Kondisi Memprihatinkan 

Sabtu, 30 September 2023 - 21:52 WIB

BKSN Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau Resmi Ditutup

Kamis, 28 September 2023 - 18:42 WIB

Kisruh Pemilihan Anggota Bawaslu Sekadau

Rabu, 27 September 2023 - 19:05 WIB

PA Fraksi Hanura Terhadap APBD Perubahan Tahun 2023

Rabu, 27 September 2023 - 18:57 WIB

BKSN Paroki Sekadau Resmi Dibuka

Berita Terbaru