Camat Sintang Ekspresikan Keprihatinan atas Meningkatnya Kasus DBD

- Jurnalis

Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG, KN – Tatang Supriyatna, Camat Sintang, menyampaikan kekhawatirannya terkait meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Sintang. Data Puskesmas mencatat 309 kasus DBD dan 5 kematian pada wilayah tersebut.

Pada Rabu, 11 Oktober 2023, Tatang Supriyatna menyampaikan bahwa sejak Juli 2023, pihaknya telah melakukan pemantauan kasus, dan pada 5 Agustus 2023, mereka meluncurkan gerakan pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Meskipun disebut sebagai gerakan serentak, Tatang mengakui bahwa respons masyarakat belum maksimal.

“Gerakan serentak ini mencakup kolaborasi dan eliminasi sarang nyamuk. Namun, ada RT yang sadar dan mengikuti, namun ada juga yang tidak mengikuti dan kurang peduli,” ungkap Tatang Supriyatna.

Meskipun telah dilakukan fogging oleh tim Puskesmas dengan bantuan Busera dan Abu Bakar, Tatang menyebutkan bahwa kendala muncul terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM), racun, solar, dan kurangnya tenaga.

“Sosialisasi sudah maksimal yang kami lakukan. Tinggal masyarakatnya lagi, mau atau tidak melaksanakan. Kami selalu mengingatkan kades dan lurah di Kecamatan Sintang, khususnya yang padat penduduk, untuk waspada dan mengingatkan warganya,” tambah Tatang.

Camat Sintang menghadapi tantangan terkait persepsi masyarakat yang hanya mengandalkan fogging sebagai solusi utama. Padahal, Tatang menekankan bahwa fogging tidak bisa 100 persen mencegah DBD, dan langkah-langkah lain juga diperlukan.

“Sering kami dihubungi oleh warga yang melaporkan kasus DBD dan meminta dilakukan fogging, tetapi mereka tidak melakukan tindakan lain untuk mencegah. Saya sudah melaporkan ke Puskesmas, yang ternyata juga ada prosedur untuk meminta fogging, seperti hasil uji laboratorium pasien yang membuktikan pasien tersebut memang terkena DBD,” tutur Tatang.

Kendala lain yang diakui Tatang Supriyatna adalah kekurangan tenaga, sarana, prasarana, solar, dan racun untuk fogging. Dalam menghadapi permasalahan ini, Camat Sintang merencanakan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak ke depan dengan menentukan titik lokasi tertentu.

“Saya harap masyarakat bisa merespon ajakan kita dan peduli dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk,” harap Tatang Supriyatna.

(Rilis Kominfo Sintang)

Berita Terkait

Bupati Sintang Dorong Program MBG Libatkan Pengusaha dan Tenaga Kerja Lokal
Jalan Bedayan Sepauk Viral di Media Sosial, Ini Tanggapan Bupati Sintang
Massa Aksi Mulai Padati PN Sintang, Andreas Panglima Asap Serukan LJA Angkat Kaki
Aksi di PN Sintang, Andreas “Panglima Asap” Sebut 3.000 Massa Akan Turun
Utang Tak Dibayar, Kontraktor Ambil Jaminan Alat Berat Yang Diserahkan PT LJA, Berujung Polemik
Respon Cepat Layanan 110 Polres Sintang: Bantu Evakuasi Warga Ke Rumah Sakit
Tokoh Muda Sintang Andreas “Panglima Asap” Konsisten Kawal Pemekaran Provinsi Kapuas Raya
Andreas Panglima Asap Apresiasi TNI-Polri Gagalkan Peredaran Sabu Puluhan Kilogram di Kalbar

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 12:22 WIB

Bupati Sintang Dorong Program MBG Libatkan Pengusaha dan Tenaga Kerja Lokal

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:26 WIB

Jalan Bedayan Sepauk Viral di Media Sosial, Ini Tanggapan Bupati Sintang

Senin, 30 Maret 2026 - 09:29 WIB

Massa Aksi Mulai Padati PN Sintang, Andreas Panglima Asap Serukan LJA Angkat Kaki

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:31 WIB

Aksi di PN Sintang, Andreas “Panglima Asap” Sebut 3.000 Massa Akan Turun

Minggu, 29 Maret 2026 - 00:49 WIB

Utang Tak Dibayar, Kontraktor Ambil Jaminan Alat Berat Yang Diserahkan PT LJA, Berujung Polemik

Berita Terbaru

KALTARA

Ketua DPRD Kaltara Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Palu

Jumat, 3 Apr 2026 - 19:51 WIB