Dewan Sekadau Minta Pemerintah Perhatikan Petani Padi dan Jagung

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2020 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yodi Setiawan

i

Yodi Setiawan

SEKADAU, KN – Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Partai Gerindra, Yodi Setiawan meminta kepada Pemerintah Daerah Khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) tidak boleh fokus kepada perusahaan perkebunan sawit saja. Petani pokok atau komunitas petani padi dan petani jagung juga harus diperhatikan.

Contohnya kata Yodi, di beberapa daerah lain seperti Kubu Raya. Kabupaten Kubu Raya ada Beras Kubu Raya, di Landak ada namanya Beras Landak.

“Coba kita lihat di Sekadau, apakah ada beras asli Sekadau? Tidak ada,” kata legislator Gerindra ini kepada Wartawan, Senin (27/7/2020).

“Belum ada Sekadau ini memiliki beras yang berlabel asli Sekadau. Hanya beras hitam dari Desa Semabi, itupun hanya ada beberapa,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau Drs. Sandae mengatakan, berkaitan dengan dengan masalah kebun, semua program pertanian itu menjadi perhatian.

Namun kata dia, semua itu tidak terlepas dari anggaran.

“Kenapa kebun bisa berjalan, karna kami banyak bekerjasama dengan pihak lain. Salah satunya, Solidaridad, SPKS dan Yayasan Kehati. Selain itu, mereka punya dana sendiri,” jelasnya.

“Kami juga akan melakukan pendataan kebun swadaya masyarakat. Data itu nanti akan kita keluarkan STDB. Kita juga akan fasilitasi mereka ke SPKS terdekat sehingga harga yang mereka terima sesuai data yang diterapkan oleh Pemerintah. Nah, inikan untuk kepentingan petani juga,” kata Sandae.

Berkaitan dengan cetak sawah kata dia, itulah yang kita mau. Cetak sawah perlu dibuat jalan. Swasembada pangan itu masalah secara nasional, bukan hanya sekadau. “Maka, kita lebih kepada ketahanan pangan, bagaimana kita mempertahankan pangan kita walaupun surplusnya belum besar tapi untuk makan 1 tahun sudah cukup,” jelas Sandae.

Sandae menjelaskan, permasalahan pertanian lainnnya adalah, terbatasnya Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Sehingga petani tidak bisa menanam atau panen 2 sampai 3 kali setahun.

“Untuk jalan itu sebagai pendukung. Yang lebih penting adalah Alsintan, pupuk dan bibit unggul,” pungkas Sandae. (iwan/ASM/SB)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Berita Terbaru