Distanak Kotim Bantu Petani 125 Bibit Sapi

oleh
oleh

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah akan memberikan bantuan kepada anggota kelompok tani setempat berupa 125 ekor bibit sapi. <p style="text-align: justify;">"Bibit ternak yang akan diberikan kepada anggota kelompok tani itu nantinya sapi Bali," kata Kepala Distanak Kotawaringin Timur, I Made Dikantara, di Sampit, Sabtu. <br /><br />Sumber dana pengadaan bibit sapi Bali dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten tahun anggaran 2011. <br /><br />Bantuan bibit ternak sapi 2011 lebih banyak dibandingkan dengan 2010 yang jumlahnya hanya 10 ekor sapi dan pada waktu itu penyalurannya diberikan kepada petani Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu. <br /><br />Pengadaan bibit sapi nantinya dilakukan oleh kontraktor dan dalam waktu dekat pelaksanaan lelangnya akan segera dilakukan dan dalam pengadaan bibit ternak nanti sapi betina jumlah lebih banyak dibandingkan dengan sapi pejantan. <br /><br />Bibit ternak sapi hanya diberikan kepada kelompok tani yang dianggap siap dan mampu memelihara dengan baik dan mengembang biakan. <br /><br />Menurut Dikantara, jumlah bantuan terbatas untuk itu bantuan bibit ternak sapi nantinya dilakukan secara bergulir tujuannya agar petani lainnya juga bisa memiliki ternak sapi. <br /><br />"Begitu anak sapi lahir maka anakan sapi tersebut akan menjadi milik petani yang bersangkutan dan selanjutnya induk sapi akan dipelihara petani lainnya yang belum memiliki sapi," katanya. <br /><br />Pada 2011 ini populasi ternak sapi di wilayah Kotawaringin Timur ditargetkan mampu mencapai 2.992 ekor pemotongan 3.193 ekor dengan produksi daging sebanyak 447.020 ton. <br /><br />Dikantara mengungkapkan, sepanjang 2010 pemotongan ternak bertanduk betina produktif masih belum dapat dicegah dan diawasi dengan optimal, sehingga menjadi penghambat produktifitas ternak. Selain itu ketersediaan ternak induk yang berkualitas jumlahnya juga masih terbatas. <br /><br />Penghambat lain populasi ternak sapi tidak dapat berkembang dengan baik adalah peternak belum memanfaatkan teknologi yang dianjurkan pihak Distanak dan budidaya pada umumnya masih dilaksanakan secara tradisional.<strong> (das/ant)</strong></p>