DPMD Melawi Gelar Kegiatan Pembinaan Ormas Dan LSM

oleh

MELAWI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Melawi menggelar kegiatan Pembinaan Ormas dan LSM program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan tahun 2018, Senin (3/9) di salah satu aula Pertemuan Hotel di Nanga Pinoh. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Polres Melawi dan LO Kodim tersebut, dibuka oleh Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, dan dihadiri sejumlah pejabat dan ratusan anggota organisasi dan LSM di lingkungan Melawi.

Dalam arahannya, Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan, kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat merupakan bagian dari hak asasi manusia dalam

kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI yang dijamin oleh UUD 1945 khususnya pasal 28. “Dalam hal tersebut, setiap orang wajib menghormati hak asasi dan kebebasan orang lain dalam rangka tertib hukum serta menciptakan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, brbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Dadi menuturkan, Ormas sebagai wadah dalam menjalankan kebebasan berserikat,berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Ormas juga berpartisipasi dalam ppembangunan untuk mewujudkan tujuan nasional dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang berdasarkan pancasila.

“Dalam melakukan pemberdayaan Ormas dan LSM, pemerintah menghormati dan mempertimbangkan asfek sejarah, rekam jejak, peran, dan integritasormas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Keberadaan Ormas dan LSMdi Melawi sangat penting untuk mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan tujuan pembangunan. Ormas dan LSm juga berperan serta menjaga keamanan, ketertiban serta menjaga keutuhan NKRI. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua, dalam mensukseskan program-program Pemerintah Melawi yang saat ubu sedang dilakukan.

“Perlu juga kita ketahui, Ormas berkewajiban menyampaikan laporan perkembangan organisasi dan kegiatannya setiap 6 bulan sekali, yang ditandatangani ketua dan sekretaris, atau sebutan lainnya kepada pemerintah. Karena pemerintah daerah juga berkewajiban menyerahkan ddata tersebut 6 bulan sekali ke keementerian melalui badan Kesbangpol Kalbar,” katanya.

Sementara itu, kepala DPMD Melawi, Junaidi mengatakan, kegiatan pembinaan Ormas dan LSm tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan. Dimana dengan kegiatan tersebut, pihak Ormas dan LSm dapat mengerti dengan dan meengetahui tugas dan fungsi Ormas dan LSM.

“Kegiatan itu dilakukan juga sebagai motivasi dan pembinaan. Karena Ormas dan LSM juga membantu pemerintah, bagaimana LSm ini membina masyarakat,” paparnya

Junaidi mengatakan, di Melawi cukup banyak Ormas dan LSm yang ada. Namun sayangnya tidakbanyak yang menyampaikan laporan setiap 6 bulan sekali kepada pihaknya.

“Maka dari itu kami laksanakan pembinaan agar mereka tau tugas dan fungsi mereka, serta tanggungjawab mereka dalam menyampaikan laporan,” jelasnya.

Junaidi mengatakan, pihaknya juga tidak dapat melakukan pemantauan atau monitor setiap kegiatan Ormas dan LSM yang ada di Melawi. “Maka dari itu, dengan pembinaan seperti ini pihaknya selalu ingin tau organisasi apa saja yang tetap eksis,” pungkasnya. (Ed/KN)