Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, pada Jumat (7/11/2025) malam ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, bakat, dan kreativitas. Festival menghadirkan berbagai komunitas, seperti cosplayer, gamers, pesepeda culture, seniman muda, serta 58 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang ekonomi kreatif, kuliner, hingga kerajinan tangan.
Dalam sambutannya, Mahyunadi menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya bersaing dalam prestasi, tetapi juga melawan dampak negatif kemajuan teknologi.
“Pemuda itu penuh inovasi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun jika kreasinya teralihkan ke hal-hal negatif seperti narkoba atau judi online, tentu berdampak buruk. Pemerintah hadir untuk memberi ruang dan arah agar kreativitas pemuda tersalurkan secara positif, salah satunya melalui kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Mahyunadi juga mengingatkan pentingnya membangun karakter dan semangat juang di kalangan anak muda.
“Pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Tingkatkan kemampuan, semangat berusaha, dan jangan lupa berdoa dalam setiap langkah. Doa adalah kunci keberhasilan,” pesannya.
Selain itu, ia menekankan agar setiap kegiatan daerah dapat melibatkan event organizer (EO) lokal sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kutim.
Sementara itu, Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan bahwa festival ini menjadi wadah bagi komunitas muda Kutim untuk berekspresi dan menampilkan hasil kreativitasnya.
“Kami ingin anak muda Kutim bisa mandiri, bangkit, dan berdaya saing. Harapannya, kegiatan ini mampu menciptakan lingkungan positif yang menjauhkan mereka dari narkoba, judi online, dan balapan liar,” ujarnya.
Basuki berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda Kutim yang aktif dan produktif.
“Semua sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tutupnya.
Sumber: Kominfo Sangatta














