Home / Tak Berkategori

Fungsi Maksimal RS Rujukan Belum Bisa Dipastikan

- Jurnalis

Kamis, 17 Februari 2011 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasib rumah sakit rujukan di timur Kalbar hingga kini belum bisa dipastikan kapan bisa beroperasi maksimal. Apalagi kucuran dana pembangunan fasilitas untuk mendukung operasi rumah sakit tersebut mengucur tak optimal. Alasannya adalah, terkendala investasi pemerintah ditengah keterbatasan anggaran. <p style="text-align: justify;">“Tahun ini, pembangunan fasilitas Rumah Sakit Rujukan hanya mengandalkan alokasi anggaran dari APBD II, sebesar Rp 650 juta,” ungkap, dr Sidik Handanu, Kepala RSUD Ade M Djoen Sintang kepada kalimantan-news saat di ruang kerjanya, Kamis (17/02/2011).<br /><br />Dungkapkan, meskipun pemprov berkewenangan memberikan batuan rumah sakit rujukan tersebut, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai besaran dan kapan pencairan bantuan bisa dilakukan. <br /><br />“Kapasitas kami hanya membuat usulan, persoalan realisasi bukan kewenangan kami,” timpal Handanu.<br /><br />Sementara mengenai kucuran APBD Kabupaten, menurutnya memang terkait erat dengan keterbatasan anggaran, sehingga sampai saat ini juga belum bisa dipastikan kapan RS Rujukan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. <br /><br />“Agak sulit memastikan kapan RS Rujukan wilayah timur itu bisa berfungsi,” timpalnya.<br /><br />Sementara mengenai manajement pembiayaan pembangunan RSUD, menurutnya tak menganut subsidi silang, meskipun kini rumah sakit rujukan masih berada di bawah RSUD Ade M Djoen Sintang. Sehingga pihaknya juga masih tergantung pada ketersediaan Dana Alokasi Umum (DAU). <br /><br />“Kalau hanya mengandalkan DAU memang agak berat. Padahal setidaknya biaya pembangunan total diperkirakan masih perlu sedikitnya Rp 30 Miliyar.” tuturnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru