Gus AMI: Reformasi Agraria Basis Pertanian Pasca Covid-19

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2020 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KN – Pandemi Covid-19 jadi momentum bagi perbaikan dan penataan ulang pertanian kita. Di tengah Pandemi Covid-19, ancaman krisis pangan tengah menghantui dunia dan termasuk Indonesia akibat masalah di produksi dan ganguan distribusi logistik.

Pandangan ini disampaikan oleh Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa, Gus Abdul Muhaimin Iskandar dalam Webinar bertajuk “Maenstreaming Pertanian” yg diselenggarakan DPP PKB, Gerbang Tani, Radesa Institute dan Environment Institute, 3 Juni 2020.

“Desifit bahan pangan di beberapa wilayah Indonesia, jatuhnya harga pembelian di tingkat petani namun harga produk pertanian tetap tinggi di tingkat kosumen adalah anomali yang menunjukkan ada masalah struktural di sektor pertanian kita, khususnya pertanian pangan” Kata Gus AMI.

Wakil Ketua DPR RI ini juga menegaskan bahwa diperlukan redising pembangunan pertanian, mulai paradigmanya, tata kelolanya, kebijakannnya, karena tantanga pembangunam pertanian kita makin kompleks. Salah satu tantangan terberat sektor pertanian karena belum membawa petani kita sejahtera.

Menanggapi kebijakan insentif pemerintah bagi petani dan nelayan yang terdampak Covid-19, Gus AMI memandang perlu diikuti dengan kebijakan jangan menengah dan panjamg

“Saya mengapresiasi insentif bagi petani dan nelayan seperti pemberian BLT, Kartu sembako dan relaksasi KUR, akan tetapi perlu dibarengi dengan kebijakan jangka menengah dan pajang. Tegasnya.

Redistribusi lahan pada petani gurem, petani miskin dan petani tak bertanah yang dibarengi dengan program penunjangnya atau yang dikenal dengan istilah reforma agraria adalah agenda mendesak yang segera harus dijalanlan pemerintah.

Reforma agraria menurut Gus AMI akan membuat pangan kita berdaulat karena didukung oleh rumah tangga petani yg kuat karena lahannya terjamin yang dengan demikian bisa memperkuat produksi dalam negeri.

Lebih jauh Gus Abdul Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa rasio ketimpangan pemilikan dan penguasaan lahan di Indonesia sangat dalam. Merujuk data BPS, indek gini penguasaan lahan mencapai 0,68 artinya sebanyak 1 % orang di menguasai 68 % lahan di Indonesia.

“Saya sungguh menekankan pentingnya reforma agraria ini sebagai bagian dari menata pertanian pasca Covid-19, juga tentunya harus disertai dengan industrialisasi pertanian agar pertanian menjadi salah satu jalan transformasi ekonomi, khususnya di pedesaan.” Ungkap Ketua Umum PKB ini menutup sambutannya. (Rilis)

Berita Terkait

Ukir Prestasi Nasional, Pemdes Paal Adakan Tasyukuran
Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:43 WIB

Ukir Prestasi Nasional, Pemdes Paal Adakan Tasyukuran

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Berita Terbaru