Home / Tak Berkategori

HSS Miliki Tim Koordinasi Tindak Pidana Perikanan

- Jurnalis

Kamis, 4 Agustus 2011 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah daerah Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, telah membentuk dan memiliki Tim Koordinasi Tindak Pidana Perikanan. <p style="text-align: justify;">"Lembaga ini akan menjaga kelangsungan habitat di lingkungan perairan," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan setempat, Royama Kamis.<br /><br />Dikatakannya di Kandangan, ibu kota Hulu Sungai Selatan, Kamis, pemerintah daerah setempat terus mengupayakan peningkatan produksi perikanan namun juga memperhatikan kelangsungan habitatnya.<br /><br />"Karena itulah perlu adanya tim khusus untuk melakukan pengawasan dan penangangan terhadap tindak pidana perikanan agar kelestarian habitat ikan di perairan tetap terjaga," ujarnya.<br /><br />Pembentukan tim yang merupakan satu-satunya di seluruh wilayah Kalsel dan pertama di Indonesia tersebut telah dicanangkan sejak 2002 lalu.<br /><br />Namun penetapannya baru bisa dilaksanakan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 46 Tahun 20011 yang telah diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada 11 Juni lalu.<br /><br />"Dengan adanya tim tersebut, pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan di kawasan perairan baik di danau, sungai maupun kawasan rawa, dapat dilakukan lebih terkontrol dan terorganisir," katanya.<br /><br />Anggota dari tim khusus tersebut terdiri dari berbagai unsur masyarakat seperti Dinas Perikanan dan Kelautan sendiri, TNI dan aparat kepolisian serta masyarakat umum.<br /><br />Setiap ada permasalahan akan dilakukan koordinasi untuk di cari solusi dan jalan keluarnya, sehingga dapat dihindari eksploitasi hasil perikanan secara berlebihan yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan habitat ikan.<br /><br />"Masyarakat setempat, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan dapat melakukan peningkatan produksi tanpa harus melanggar aturan hukum yang berlaku," tambahnya.<br /><br />Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan setempat, pada 2010 lalu total produksi perikanan mencapai 8.846,65 ton.<br /><br />Dari total produksi tersebut, 7.175,60 ton berasal dari hasil tangkapan nelayan di perairan umum dan hasil budi daya perikanan sebanyak 1.671,05 ton. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB