Jelang Lebaran Waspadai Prodak Ilegal dan Berformalin

oleh
????????????????????????????????????

MELAWI – Menjelang hari raya idhul Fitri, produk abal-abal alias illegal serta makanan berformalin dan kadaluarsa perlu diantisipasi keberadaannya dipasaran. Untuk itu, instansi terkait seperti Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskukmdag) Melawi mesti memperketat pengawan di pasaran baik swalawan maupun ditoko-toko, serta digudang-gudang. Begitu pula pengawasan terhadap barang makanan dan minuman kadaluarsa.

Warga Melawi, M. Ridwan Saidi mengatakan tidak jarang terjadi produk-produk makanan dari Negara lain masuk secara illegal pada bulan ramdhan dan lebaran. Untuk itu perketat pengawasan dipasaran terhadap produk-produk seperti ini mesti dilakukan.

“Kita minta Diskukmdag dan pihak-pihak terkait tidak hanya sesekali saja turun ke pasar atau dilokasi/gudang pemasok kebutuhan untuk memantau produk-produk ini. Tapi lebih rutin lagi untuk memperketat pengawasan karena setiap ramdhan dan lebaran banyak produk impor yang masuk, terutama barang kebutuhan makanan dan minuman, termasuk stok barang makanan dan minuman kadaluarsa yang kemungkinan masih diperjual belikan atau diperdagangkan,” ungkapnya, Minggu (27/5).

Lebih lanjut, mantan Anggota DPRD Melawi tersebut mengatakan, produk impor didompleng oleh produk yang tidak layak dikonsumsi juga sering terjadi pada bulan ramdhan. Produk impor yang tak layak dikonsumsi atau dipakai ini diharapkan jadi target penyisiran tim terpadu nanti secara terus menerus. Tentunya juga produk makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa atau rusak yang masih diperjual belikan para pedagang.

“Kita menjaga agar masyarakat tidak memakai atau mengkonsumsi produk yang tak layak yang masih dijual di pasaran. Pengawasan ketat ini sebagai antisipasi tren musiman beredarnya makanan bermasalah tersebut saat Ramdhan dan Lebaran. Tim seharusnya akan melakukan pemantauan secara rutin bagaimana kondisi harga dan ketersediaan barang kebutuhan itu. Selain melakukan pantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan tersebut, tim nantinya juga melakukan pemantauan terhadap kondisi barang yang beredar dipasaran,” ujarnya.

Menurut Ridwan, pada bulan ramadhan biasanya masyarakat meningkatkan konsumsi makanan pada malam hari. Ini tentunya memerlukan pasokan yang terjamin.

“Sebab yang ditakutkan, kondisi ini dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa,” pungkasnya. (Ed/KN)