MALINAU, KN – Menjelang Hari Raya Natal 2025, Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H. bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah titik strategis, Senin (22/12/2025).
Adapun lokasi monev meliputi Bandar Udara Kolonel RA Bessing, terminal, pelabuhan, serta pasar induk. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran arus transportasi, ketersediaan bahan pokok, serta stabilitas harga menjelang perayaan Natal.
Bupati Wempi menjelaskan, monev difokuskan pada empat titik utama, salah satunya sektor transportasi udara yang melayani rute ke wilayah pedalaman Apau Kayan, seperti Sule, Long Lawang, dan Sungai Boh.
Saat ini, jumlah masyarakat yang akan mudik masih mencapai ratusan orang, sementara ketersediaan armada penerbangan terbatas.
“Karena ini jalur khusus dan bukan jalur komersial murni, kami sudah berkomunikasi dengan pihak maskapai agar bisa menambah armada. Pemerintah daerah siap membantu,” ujar Wempi.
Sementara itu, untuk angkutan darat melalui DAMRI, Bupati menilai pelayanan masih berjalan dengan baik dan cukup didukung oleh ketersediaan kendaraan.
Untuk transportasi sungai (speed boat), tercatat terjadi peningkatan volume penumpang, baik yang masuk maupun keluar Malinau, namun masih dalam batas aman.
Dari hasil pemantauan di pasar, Bupati Wempi mengakui adanya kenaikan harga sejumlah komoditas, meski masih bersifat fluktuatif.
Harga bawang terpantau mulai menurun, sementara kacang tanah mengalami kenaikan. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah minyak goreng Minyak Kita, yang hingga kini belum memiliki agen resmi di Malinau.
“Sebagian besar kebutuhan pokok kita masih didatangkan dari Sulawesi. Pemerintah akan melakukan intervensi agar distribusi tetap lancar dan harga terkendali,” jelasnya.
Untuk komoditas lain seperti ikan lokal, ayam, dan daging, kondisi pasokan dinilai aman. Hanya ikan kembung yang ketersediaannya terbatas karena pasokan yang tidak rutin.
Terkait ketersediaan BBM, Bupati memastikan distribusi ke Malinau telah berjalan sesuai SOP dan mendapat izin dari otoritas pelabuhan.
Meski demikian, ia mengakui masih dibutuhkan pembenahan infrastruktur pendukung seperti dermaga bongkar muat, yang ke depannya memerlukan kebijakan dan waktu khusus.
“Secara umum kondisi masih terkendali. Kita berharap dalam beberapa hari ke depan tidak terjadi gangguan, baik pada transportasi, BBM, maupun kebutuhan pokok masyarakat,” pungkas Bupati Wempi.














