Jelang Tahun Politik, Antisipasi Berita Hoax

oleh
oleh

MELAWI – Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin mengatakan, dalam mengantissipasi berita-berota hoax menjalang perhelatan Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat, pihaknya akan mengoptimalkan patroli Cyber Crime dan menyampaikan himbauan menyejukan kepada masyarakat.

“Himbauan ini akan kita sampaikan dengan bahasa yang santun, baik itu secara tatap muka langsung ataupun melalui medsos,” kata Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin kepada awak media beberapa hari lalu.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pihaknya juga akan melakukan upaya klarifikasi terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian penyebaran berita hoaks bisa diminimalisir.

“Jika ada masyarakat yang terlanjur menyebarkan berita hoaks kita akan melakukan tindakan, mulai dari Preventif Preemetif dan terkahir tentu dengan cara penegakan hukum, karena memang pelanggaran tersebut masuk dalam pidana UU ITE,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Panwas Melawi Bidang Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP), Johani mengatakan, jelang pilkada ini pihaknya juga akan memantau masing-masing tim pasangan calon, terkait dengan penyebaran berita hoaks untuk menjatuhkan lawan politiknya.

“Sejauh ini panwas telah melakukan sosialisasi saja terkait larangan dan sanksi bagi pengguna medsos yang menyebarkan berita hoaks,selebihnya masalah berita tersebut kita terus monitor dan pantau kebenaran dan sumbernya dari mana,” kata Johani.

Sejauh ini kata Johani, pihaknya belum menemukan adanya paslon atau tim paslin yang menggunakan berita hoaks untuk menjatuhkan lawannya. “Tapi kita akan berupaya untuk terus melakukan pengawasan terkait berita-berita dari berbagai media yang berkaitan dengan pilkada dan paslon” jelasnya.

Sementara itu bupati Melawi, Panji, mengingatkan tahun 2018 dan tahun 2019 adalah tahun-tahun politik khususnya di Provinsi Kalbar. Pada tahun politik ini biasanya berita hoaks marak tersebar, terutama di media sosial.
“Informasi yang mengalir secara bebas melalui media online atau media sosial, disinyalir banyak mengandung propaganda berita saling menghujat, mencela, dan saling menjatuhkan lawan, yang menjurus kepada kebencian, sehingga bisa memecah belah kerukunan,” ujar Panji.

Untuk itu Bupati Panji mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah termakan isu berita-berita media online dan postingan seperti di facebook yang menjurus pada kebencian dan akhirnya terjadi perpecahan. Masyarakat harus bijak menyikapi berita dan postingan di media sosial, jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya. Selain itu Panji juga menghimbau agar tidak mudah menyebarkan berita yang sumbernya tidak jelas, alias berita bohong (hoax).

Panji menegaskan, berita hoax harus dicegah, terlebih memasuki tahun politik pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar 2018, agenda pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019. “Siapaun yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Kalbar tahun 2018, itulah gubernur kita pilihan rakyat. Maka dari itu, mari kita berikan pilihan sesuai hati nurani kita, proses Pilkada kita ikuti sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.

Menurut Panji, menjelang Pilkada Kalbar 2018, termasuk di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang dipastikan akan banyak berita-berita berbau politik yang saling menyudutkan para calon dan belum tentu kebenarannya. Agar Melawi tetap kondusif, Panji mengajak agar seluruh warga tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terpengaruh dengan berita bohong.

“Kita ditanah air ini sudah ditakdirkan berbeda-beda dalam suku, ras, agama dan budaya, tetapi tetap satu. Sehingga perbedaan dalam berpolitik pun jangan sampai dijadikan alasan untuk terpecah belah dan saling bermusuhan, apalagi saling menjatuhkan,” pugkasnya. (Edi/KN)