Kalau Tak Mampu Urus PJU, Hapus Saja Perda Retribusinya

- Jurnalis

Minggu, 11 Maret 2018 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ali Akbar dan Tiang PJU berada di depan Pos Lantas Nanga Pinoh yang miring dan nyaris tumbang

i

Ali Akbar dan Tiang PJU berada di depan Pos Lantas Nanga Pinoh yang miring dan nyaris tumbang

MELAWI- Cukup banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang kemana arah retribusi Penerangan Jalan Umum (PJU)  atau Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang masuk menjadi PAD Melawi hingga milyaran rupiah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu sangat beralasan. Pasalnya PJU di melawi beroperasi dengan maksimal, bahkan banyaknya PJU yang ruak dan tiang PJU yang nyaris tumbang tidak juga dilakukan perawatan.

“Kemana retribusi PJU yang setiap kali kita membeli voucer listrik atau membayar listrik pasca bayar selalu dipotong. Masuknya retribusi itu tidak sedikit bahkan milyaran rupiah, lantas kenapa tidak mampu memperbaiki kerusakan tiang dan lampu PJU yang rusak,” kata Tokoh Masyarakat nanga Pinoh, H. Ali Akbar, menghubungi via seluler, Minggu (11/3).

Menurut Ali, dengan tidak adanya perawatan PJU dan tidak beroperasinya PJU secara maksimal, tentu masyarakat sangat dirugikan. Selalu membayar retribusi, namun tidak menimati PJU yang ada. “Dipakai untuk apai dana tersebut memang itu kewenangan peemerintah. Tapi penghasilan PAD dari retribusi PJU itukan dari kami masyarakat, jadi kami harus tau,” paparnya.

Selain itu, kata Ali, kami juga sangat kesal. Pasalnya PJU dinyalakan hanya di jalan protokol saja, sementara yang membayar pajak itu seluruh masyarakat yang menggunakan listrik. “Jadi seharusnya PJU yang ada di desa-desa harus dinyalakan. Bukan hanya segelintir dan di titik tertentu saja yang dinyalakan,” paparnya.

Hal tersebut, kata Ali, sangat membuat dirinya merasa sangat kecewa dengan pemerintahan. Terlebih PJU yang saat ini terkesan diabaikan sementara retribusi jalan terus. “Mungut uang rakyat jalan terus, namun hak masyarakat mendapatkan pelayanan PJU tak diberikan. Kalau tak mampu merawat PJU itu, hapus saja Perda retribusi yang ada. Jangan masyarakat terus dipungut pajak, sudahlah masyarakat susah, ditambah susah pula,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah Melawi bisa segera mengambil kebijakan dan memperbaiki kerusakan PJU yang ada, baik lampu maupun tiang, serta menyalakan PJU-PJU yang ada di desa-desa. “Karenayang membayar bukan warga yang berada di kota Nanga Pinoh saja, warga desa lainnya juga bayar, tapi PJU tak diberikan,” pungkasnya. (edi/KN)

Berita Terkait

Dorong Produksi Jagung, Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung dan Bangun Peternakan
Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas
Balai Karangan Kabupaten Sanggau Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh
Karyawan PT Sawit Sumber Rejo Keluhkan Gaji di Bawah UMK 2025, Minta Pemda Barito Utara Turun Tangan
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:36 WIB

Dorong Produksi Jagung, Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung dan Bangun Peternakan

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:54 WIB

Balai Karangan Kabupaten Sanggau Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:58 WIB

Karyawan PT Sawit Sumber Rejo Keluhkan Gaji di Bawah UMK 2025, Minta Pemda Barito Utara Turun Tangan

Berita Terbaru