Home / Tak Berkategori

Kaltim Lanjutkan Pembangunan Bandara Samarinda

- Jurnalis

Rabu, 23 November 2011 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) di Kalimantan Timur (Kaltim) terkatung-katung beberapa tahun karena berbagai hal, kini pengerjannya dilanjutkan dengan ditandainya peletakan batu pertama oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. <p style="text-align: justify;">"Pekerjaan sisi darat BSB dibagi dalam 3 paket dengan total pembiayaan senilai Rp696,3 miliar yang bersumber dari alokasi dana tahun jamak APBD Kaltim mulai 2011 hingga 2013," ucap Awang Faroek saat meletakkan batu pertama pembangunan sisi darat BSB di Sungai Siring, Samarinda, Kamis.<br /><br />Dia melanjutkan, selama ini banyak pihak termasuk masyarakat mempertanyakan tentang kelanjutan pembangunan BSB yang lama tertunda, namun Pemprov Kaltim tetap berkomitmen untuk melanjutkannya, terbukti dengan telah dilakukan peletakan batu pertama tersebut.<br /><br />Bandara yang terletak di Kecamatan Samarinda Utara itu, saat ini memiliki luas lahan mencapai 114 hektare, ke depan akan diperluas lagi, namun untuk perluasannya masih membutuhkan lahan mencapai 160 hektare.<br /><br />Sesuai rencana awal pembangunannya, BSB akan memiliki panjang landasan pacu 2.100×45 meter dengan total kebutuhan dana mencapai Rp2 triliun.<br /><br />Dalam peletakan batu pertama yang didampingi Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Keselamatan Perhububungan, M Suyitno tersebut, gubernur berharap agar keberadaan BSB mampu mempercepat perekonomian di Kaltim.<br /><br />Pembangunan sisi darat paket I yang dimulai pekerjaannya tersebut, bernilai kontrak Rp310 miliar, sedangkan kontraktor pelaksananya adalah PT PP yang melakukan kerjasama operation (join) dengan PT. Luhribu dan PT. Tahta Aulia.<br /><br />Mengenai permasalahan yang saat ini masih menganggu terkait belum tuntasnya pengakhiran kontrak dengan PT. NCR diyakini akan dapat diselesaikan, namun pekerjaan sisi darat bandara harus tetap dilakukan sesuai dengan proses yang dilalui.<br /><br />Sementara proses sisi udara juga akan dilakukan sambil menunggu rampungnya permasalahan antara Pemkot Samarinda dengan PT. NCR.<br /><br />Pembangunan BSB merupakan kebutuhan karena Samarinda merupakan ibukota provinsi, apalagi Bandara Temindung yang ada saat ini sudah sangat tidak layak karena beresiko terhadap keselamatan penerbangan.<br /><br />Selain itu, Bandara Temindung juga tidak produktif karena tidak bisa didarati pesawat berbadan besar, apalagi kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk dikembangkan karena berada di pemukiman padat penduduk. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru