Kasus Gigitan HPR Naik, Distankan Vaksin 7.831 HPR

- Jurnalis

Kamis, 19 April 2018 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Vaksinator Distankan Melawi ketika melakukan penyuntikan VAR kepada HPR warga

i

Petugas Vaksinator Distankan Melawi ketika melakukan penyuntikan VAR kepada HPR warga

MELAWI- Jika sebelumnya diberitakan bahwa di tahun 2018 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) hanya satu, kini mengalami peningkatan menjadi dua. Hal tersebut diketahui setelah koordinasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan {erikanan (Distankan) Melawi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi.

“Ia sebelumnya itu kami minta maaf. Yang kami sampaikan sebelumnya hanya satu kasus GHPR. Namun ternyata ada satu kasus lagi yang tidak dilaporkan ke kami, dan baru kami ketahui kemarin setelah dapat kkonfirmasi dari Dinkes Melawi. Ternyata ada 4 kasus gigitan pada tahun 2018 ini dan yang sudah di VAR itu adad 2 orang, karena dua diantaranya hanya gigitan biasa dari kucing dan hanya dibersihkan ssaja,” kata Kepala Bidang Peternakan Distankan Melawi, Nining Yulianti, ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (19/4).

Lebih lanjut Ia mengatakan, di Melawi data sejak 1Januari 2017 hingga sekarang, total Hewan penular rabies (HPR) sebanyak 9.980 ekor. Sementara yang sudah dilakukan Vaksin Anti rabies (VAR) itu ada sebanyak 7.831 ekor. “Hingga saat ini program VAr masih berjalan,” kaatanya.

Nining mengatakan, vaksiator  rabies Melawi pada tahun 2018 ini masih terus melanjutkan pengendalian dan penanggulangan penyait rabies, dengan melakukan vaksinasi rabies secara gratis. Surat pemberitahuan rencana pelaksanaan vaksinasi rabies juga telah disampaikan pihak vaksinator Distankan ke beberapa desa. “Kami sangat mengharapkan kerja sama dan peran aktif masyarakat, khususnya para pemilik HPR agar HPR nya divaksin rabies setiap satu tahun sekali,” ucapnya.

Nining menambahkan, populasi HPR seperti Anjing, Kucing, dan Kera terus mengalami peningkatan terutama anjing. Dengan begitu, setiap warga yang memelihara HPR haruslah terus mengawai dan mengandangkan atau mengikat HPR nya agar tidak mengganggu warga lainnya.”Jangan membiarkannya berkeliatran begitu saja. Sebab bisa saja HPR yang berada di luar dan bekerliaran tersebut menjadi sebuah keresahan di masyarakat.

“Kami juga berharap, agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya rabies. Bila digigit HPR segera cuciluka gigitan dengan air bersih yang mengalir dan disabun selama 15 menit, serta segera ke pelayanan kesehatan masyarakat terdekat,” himbaunya. (edi/KN)

Berita Terkait

Dorong Produksi Jagung, Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung dan Bangun Peternakan
Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas
Balai Karangan Kabupaten Sanggau Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh
Karyawan PT Sawit Sumber Rejo Keluhkan Gaji di Bawah UMK 2025, Minta Pemda Barito Utara Turun Tangan
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:36 WIB

Dorong Produksi Jagung, Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung dan Bangun Peternakan

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:54 WIB

Balai Karangan Kabupaten Sanggau Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:58 WIB

Karyawan PT Sawit Sumber Rejo Keluhkan Gaji di Bawah UMK 2025, Minta Pemda Barito Utara Turun Tangan

Berita Terbaru