SINTANG, KN – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan bahwa komitmen pembangunan di Sintang perlu diperkuat.
Bukan tanpa alasan, sebab pemerintah juga mengakui dalam banyak hal masih terdapat kekurangan bahkan ketidakpuasan masyarakat dalam pembangunan.
“Permasalahan pembangunan yang kita hadapi kedepan semakin lama semakin penuh tantangan sejalan dengan tuntutan dinamika pembangunan untuk menuju peningkatan kesejahteraan rakyat yang lebih baik lagi,” kata Yosepha.
Untuk itu, patut diperkuat komitmen pembangunan melalui pelaksanaan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2023 dan penyiapan rencana kerja pemerintah daerah kedepan yang semakin partisipatif dan adaptif terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat kabupaten sintang.
“Kita berharap kedepan tidak ada lagi bencana alam atau non alam yang melanda daerah kita agar seluruh sumber daya yang ada dapat dipacu dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Yosepha juga mengatakan peningkatan IPM Kabupaten Sintang akan menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Sintang.
“Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak,” jelasnya.
Pada tahun 2021, ipm kabupaten sintang mencapai 66,93% dan ditahun 2022 ipm kabupaten sintang 67,86% atau mengalami perubahan meningkat sebesar 1,39%.
“Kemudian, pengentasan kemiskinan di kabupaten sintang akan terus digalakkan. angka kemiskinan yang dirilis bps kabupaten sintang merupakan data makro dan merupakan hasil survey sosial ekonomi nasional yang menunjukkan persentase penduduk miskin terhadap jumlah penduduk dalam suatu wilayah,” tuturnya.
Angka kemiskinan kabupaten sintang pada tahun 2022 mencapai 8,57%. jika dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 9,28% atau mengalami perubahan menurun sebesar 0,08%.
“Tingkat pengangguran diperoleh melalui survei terhadap ribuan rumah tangga. angka pengangguran di kabupaten sintang tahun 2021 adalah 3,95% dan mengalami perubahan menurun pada tahun 2022 menjadi 2,97%,” tutur Yosepha.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi kabupaten sintang ditahun 2022 mengalami kenaikan dari tahun 2021. pertumbuhan ekonomi sebesar 3,98% pada tahun 2021 menjadi 4,96% ditahun 2022.
“Kenaikan sebesar 0,31% ini lebih disebabkan oleh pemulihan ekonomi pasca kontraksi ekonomi secara nasional karena dampak dari pandemi covid-19. Sektor terdampak paling besar yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi yaitu tingkat konsumsi rumah tangga, sektor perdagangan dan jasa,” bebernya.
Sumber: Rilis Prokopim














