Lama Terbengkalai, Kini Kantor Bupati Melawi di Anggarkan

oleh
Bangunan kantor Bupati Melawi yang akan dilanjutkan pembangunannya. Bangunan tersebut sempat menjadi sitaan kejati Kalbar dan kini kondisinya masih terbengkalai

MELAWI, (kalimantan-news) – Karena alasan masih perlunya dilakukan audit terhadap kondisi gedung membuat Bangunan Kantor Bupati Melawi batal dilanjutkan pembangunannya tahun lalu. Tahun 2018 ini, Pemkab Melawi kembali menganggarkan pembangunan kantor bupati Melawi pada 2018 dengan alokasikan dana sebesar Rp 21,9 miliar untuk menyelesaikan pembangunan kantor yang telah terbengkalai selama bertahun tahun.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Melawi, Hinduansyah menerangkan untuk proses kelanjutan kantor bupati sudah tak ada lagi permasalahan karena proses audit sudah selesai dilakukan. “Untuk perencanaan juga kita sudah siap. Sekarang tinggal menunggu proses APBD saja. Setelah itu langsung kita lelang,” katanya.

Dikatakan Hinduansyah, memang tidak ada masalah dari hasil audit. Perencanaan juga sudah disesuaikan dengan audit yang telah dilakukan. Sedangkan untuk item-item yang akan dilakukan perbaikan diantaranya membongkar atap, plafon hingga jaringan listrik di dalamnya. “Kemudian mendesain kembali ruangan-ruangan, dinding. Sedangkan untuk lansekap luar belum. Anggaran ini hanya untuk bangunan saja,” terangnya.

Sementara, angka alokasi dana yang dianggarkan untuk kelanjutan tersebut di tahun 2018 ini sama dengan anggaran tahun 20117 lalu yang batal digunakan. “Anggaran kantor bupati sama dengan tahun lalu. Tahun lalu kan tidak dilaksanakan. Karena prosesnya panjang. Maka anggarannya dialihkan di tahun 2018. Semoga tidak ada kendala,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Melawi, Ivo Titus Mulyono, kemarin.

Ivo menerangkan, audit terhadap kantor bupati Melawi telah dilakukan oleh BPKP. Sekarang tinggal menunggu proses lelang terhadap proyek pembangunan kantor tersebut. “Pembangunannya memang melanjutkan pada bangunan lama. Kita tidak bangun baru,” jelasnya.

Soal sempat munculnya wacana untuk membangun kantor bupati baru di lokasi berbeda, Ivo memaparkan, wacana ini sebenarnya untuk kembali membangun kantor bupati lama yang telah terbakar pada akhir 2016 lalu.

“Itu rencananya diajukan ke pusat lewat APBN. Hanya sepertinya tidak masuk, tidak gol. Karena kalau buat baru itu besar dananya. Kalau melanjutkankan paling dananya hanya Rp 21,9 miliar saja,” pungkasnya. (DI/KN)