Luruskan Statment Kades Sepiluk, Jimi Manopo: Lasarus Berikan Perhatian Besar Terhadap Perbatasan

oleh

SINTANG, KN – Putra Perbatasan Indonesia-Malaysia, Jimi Manopo turut menanggapi pernyataan Kades Sepiluk, Kecamatan Ketungau Hulu, Dance Ferdinan yang menagih janji dari Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur di perbatasan.

“Kami ingin meluruskan terkait pernyataan Kepala Desa Sepiluk, Dance Ferdinan dimana beberapa hari yang lalu beliau menyampaikan bahwa seolah-olah dalam bahasa beliau Ketua Komisi V, pak Lasarus tidak ada perhatian terhadap daerah perbatasan,” ucap Jimi.

Menurutnya, data yang sebenarnya justru Ketua Komisi V sudah memberikan perhatian besar terhadap daerah perbatasan. Ini terbukti setiap tahun dianggarkan untuk jalan paralel perbatasan yang merupakan kewenangan pemerintah melalui APBN.

“Secara khusus 2022 ini sudah dilakukan tender dan nilai dana yang masuk diporos Kecamatan Balai Karangan Kabupaten Sangggau menuju Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang bernilai 240 Milyar dan sudah dilakukan tender oleh pihak PUPR dalam hal ini Balai Sarana dan Prasarana,” jelas Jimi.

Berdasarkan informasi yang Ia dapat, mungkin satu bulan lagi kontraknya sudah berjalan. Artinya Ketua Komisi V sudah memberikan dana besar dalam membantu daerah perbatasan.

“Setiap tahunnya juga dianggarkan pemeliharaan jalan untuk paralel perbatasan. 2021 lalu dianggarkan oleh Komisi V pak Lasarus dengan kawan-kawan bersama dengan Kementerian PU senilai 8 Milyar dan dimenangkan oleh PT. Aroni,” ungkapnya.

Mestinya, kata dia PT. Aroni-lah yang harus melihat kondisi jalan tersebut, dimana titik-titik yang parah, memang jalan paralel perbatasan ini harus di servis karena sudah ada penggangaran yang berakhir setiap bulan Desember tahun yang sedang berjalan.

“Untuk Tahun 2022 ini sudah dianggarkan juga, tendernya juga sudah selesai dan sudah ada pemenangnya, jumlahnya 8 Milyar juga dimenangkan oleh PT. Aroni. Pertanyaan kita kenapa PT. Aroni ini tidak bekerja sebagaimana mestinya?. Padahal jalan tersebut mesti harus diservis. Ini masih menjadi kewenangan mereka, sebab mereka pemenang tendernya,” tutur Jimi.

Berdasarkan Informasi yang Ia dapat juga bahwa alat berat PT. Aroni ini parkir didesa Mungguk Gelombang dengan Desa Raden Jaya Kecamatan Ketungau Tengah. Kenapa dia tidak segera mungkin menyervis jalan yang menjadi keluhan masyarakat di Ketungau Hulu.

“Kita juga mendapatkan informasi secara khusus di Desa Rasau menindaklanjuti dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Tahun ini juga mendapat anggaran 160 Milyar, perusahaan yang memenangkan ini, kita masih belum tahu. Tapi kegiatan ini sudah berjalan dan sudah selesai tendernya,” terang Jimi.

Anggaran senilai 160 Milyar itu untuk pengaspalan dari Rasau menuju Jasa Kecamatan Ketungau Hulu. Artinya pemerintah pusat sangat serius dalam membangun daerah perbatasan.

“Komisi V sudah jelas, setiap kali kunjungan selalu melihat keluhan-keluhan masyarakat, coba kalau kita mau bandingkan dengan daerah-daerah lain yang memang APBN tidak bisa masuk disitu. Harusnya kita mesti bersyukur didaerah perbatasan ini karena mendapat kucuran dana selalu besar setiap tahunnya,” ujarnya.

Ia menyarankan kepada kepala desa yang wilayahnya dilintasi jalan paralel perbatasan, untuk bisa membuat suatu forum, apapun namanya, agar memudahkan berkomunikasi ke Kementerian PU.

“Paling tidak tau lah apa-apa saja kegiatan yang masuk disana, supaya tidak ada miss komunikasi terhadap anggaran dan pembangunan yang masuk di daerah perbatasan,” pungkasnya. (D2/TF)