Menata Ekonomi Kerakyatan Bukan Hal yang Mudah

- Jurnalis

Minggu, 5 Juni 2022 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kusnadi

i

Kusnadi

SINTANG, KN – Ekonomi kerakyatan bukan hal yang lazim lagi di telinga masyarakat, ini adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat. Namun dalam pelaksanaannya sistem ini sudah diberlakukan di Indonesia sejak terjadinya Reformasi pada tahun 1998.

Penerapan ekonomi kerakyatan memiliki tujuan khusus, yakni demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan kegiatan perekonomian.

Pondasi ekonomi kerakyatan yang kuat akan mengubah taraf hidup masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi beberapa waktu lalu.

“Sebagian besar masyarakat kita di Kabupaten Sintang hidup di sektor pertanian dan perdagangan. Untuk itu, pondasi ekonomi kerakyatan harus diperkuat melalui kedua sektor tersebut,” ucap Kusnadi.

Dikatakan Kusnadi, Kabupaten Sintang memiliki basis perekonomian pertanian dan usaha kecil yang cukup baik. Tak hanya itu, Kabupaten Sintang juga pernah menjadi lumbung padi sehingga jika dilihat potensi yang dimiliki hampir sama dengan negara Thailand dan Vietnam.

“Dengan pernahnya Sintang menjadi lumbung padi, maka bukan hal baru untuk kembali menjadikan Kabupaten Sintang sebagai basis pertanian di Kalimantan Barat,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengakui untuk menata ekonomi kerakyatan tentu bukan hal yang mudah karena butuh perjuangan yang keras, komitmen yang kuat serta dukungan dari pemerintah juga seluruh komponen masyarakat.

“Seluruh komponen harus bekerja keras terlebih lagi untuk pendamping pertanian yang sudah kita miliki saat ini, berdayakan Dengan optimal dan intensif karena peran mereka sangat penting,” jelasnya.

Kusnadi juga mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan untuk mengatasi ancaman di bidang ekonomi.

“Pertama, Pemerintah mendorong penguatan UMKM, kedua Pemerintah mendorong konsumsi produk lokal yang tinggi, ketiga Pemerintah mendorong UMKM berkembang menjadi industri besar, keempat Pemerintah memberikan insentif bagi perkembangan UMKM, dan yang terakhir Pemerintah mendorong pemotongan bea masuk untuk bahan baku industri dalam negeri.

Dengan cara ini, industri nasional akan bisa bertumbuh kuat. Semakin kuat industri nasional, maka ancaman di bidang ekonomi akan minimal. Dengan cara ini juga, ketahanan ekonomi dapat tercapai dengan baik. (*)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026
Laporan Badan Anggaran Berisi Rangkuman Hasil Evaluasi dan  Rekomendasi

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Jumat, 28 November 2025 - 20:04 WIB

Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat

Berita Terbaru