SEKADAU, KN – Banjir kembali merendam wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Luapan air sungai yang tidak mampu lagi menampung debit air menyebabkan genangan meluas hingga ke permukiman warga, fasilitas umum, serta ruas jalan utama yang menghubungkan antar desa.
Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa di sejumlah titik terendah. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai. Sejumlah rumah terlihat tergenang, sementara perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, dan peralatan elektronik dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
Tampak aktivitas warga yang berjibaku menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Dengan menggunakan perahu kecil, papan, hingga tenaga gotong royong, warga saling membantu memindahkan barang ke rumah kerabat atau ke lokasi yang dianggap lebih aman. Beberapa warga juga memilih mengungsi sementara waktu untuk menghindari risiko yang lebih besar, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah kebun dan lahan pertanian terendam, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen. Para pedagang kecil pun terpaksa menutup usahanya karena akses jalan yang terendam air.
Hingga saat ini, warga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah serta instansi terkait, baik berupa logistik, obat-obatan, maupun langkah penanganan jangka panjang untuk mengantisipasi banjir berulang. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.














