Home / Tak Berkategori

Nurhayati Assegaf: Perempuan Dituntut Kemampuan `Super`

- Jurnalis

Jumat, 28 Januari 2011 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, kaum perempuan masih dituntut mempunyai kemampuan `super` dibanding laki-laki sehingga bisa diperhitungkan. <p>Ia mengatakan itu di Jakarta, Jumat (28/01/2011), terkait masih banyaknya masalah gender yang oleh banyak kalangan dinilai hingga kini belum berpihak kepada perempuan. <br /><br />"Peran perempuan di Indonesia memang sudah ada peningkatan saat ini. Misalnya saja sudah ada kaum perempuan sebanyak 18 persen di DPR RI, bahkan sekitar 30 persen di beberapa DPRD Tingkat II," ungkapnya. <br /><br />Tetapi sayangnya, kata dia lagi, semua itu dicapai perempuan, karena memang mereka terpilih dalam suatu kompetisi, (yang terkadang dengan susah payah mesti dilewati). <br /><br />"Kalau penunjukkan seperti posisi Pimpinan DPR RI, Pimpinan Komisi maupun di lingkup Eksekutif pada umumnya, agaknya masih sangat jauh. Kami kaum perempuan masih harus punya kemampuan `super` lainnya, agar bisa diperhitungkan," ujarnya lagi. <br /><br /><strong>Tidak adil </strong><br /><br />Bagi Nurhayati Ali Assegaf, situasi seperti sekarang, benar-benar tidak adil. <br /><br />"Saya berharap ke depan ada perubahan pola pikir laki-laki yang tidak mempermasalahkan lagi ketika harus bekerja sama dengan perempuan sebagai mitra kerjanya, atau menuntut macam-macam standar," tandasnya. <br /><br />Ia harus mengatakan hal ini, karena menurutnya, saat ini masih banyak menemui problem tersebut di berbagai tempat kerja, yakni kaum perempuan dituntut macam-macam lebih banyak dari laki-laki. <br /><br />"Padahal, dalam negara Demokrasi, hal ini seharusnya tidak lagi terjadi. Karena, Demokrasi itu artinya persamaan hak bagi laki-laki maupun perempuan," tegasnya. <br /><br />Karena itu, ia berharap tidak hanya Undang Undang Partai Politik (Parpol) atau seri UU Politik lainnya yang kita kejar dengan memperbaiki persoalan gender ini. <br /><br />"Tetapi lebih pada implementasinya yang kita butuhkan, demi mendorong peningkatan peran perempuan di Indonesia," kata Nurhayati Ali Assegaf. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Sintang Dukung Kelancaran Seluruh Kegiatan Imlek dan Cap Go Meh
Tak Hanya Tangkap Pelanggar, Polisi Melawi Kini Tebar Ribuan Ikan untuk Ketahanan Pangan
Wabup Barito Utara Buka Musrenbang Tahun 2027 di Kecamatan Teweh Baru
Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK
IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi
108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Sintang Dukung Kelancaran Seluruh Kegiatan Imlek dan Cap Go Meh

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:14 WIB

Tak Hanya Tangkap Pelanggar, Polisi Melawi Kini Tebar Ribuan Ikan untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:38 WIB

Wabup Barito Utara Buka Musrenbang Tahun 2027 di Kecamatan Teweh Baru

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:29 WIB

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:38 WIB

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi

Berita Terbaru