PONTIANAK, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang menerima lima piagam penghargaan usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (28/1/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sintang dalam upacara tersebut. Peringatan HUT Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian pembangunan serta pelestarian budaya daerah.
Usai upacara, Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menyerahkan lima piagam kepada Wakil Bupati Sintang. Kelima piagam tersebut meliputi Piagam Penetapan Tuak Pekejang sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) Tahun 2025, Piagam Penetapan Ngemai Mandi Anak ke Sungai sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025, Piagam Penetapan Gawai Ngamik Semengat Padi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025, serta Piagam Penetapan Betangkan Beakuk sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sintang juga menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat sebagai Terbaik I Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dalam pengumpulan dan pemanfaatan data Sistem Informasi Nama Rupabumi (SINAR) Tahun 2025, dengan capaian sebanyak 1.420 data nama rupabumi.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ini turut diisi dengan penandatanganan prasasti proyek, penandatanganan komitmen bersama antara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat dengan TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, serta penyerahan penghargaan kepada para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah.
Berbagai penghargaan yang diterima tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan budaya lokal dan data kewilayahan sebagai bagian dari identitas serta kebanggaan daerah.














