Pencetakan KTP-el Terhambat Karna Kekurangan Bahan

oleh

MELAWI – Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Melawi, Hamidun menilai perlu peran serta kades dan kecamatan agar program KTP elektronik berhasil. Hal itu disampaikannya dalam Rakor Optimalisasi Pelaporan Data Penduduk untuk Mensukseskan Pemilu 2019 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, kemarin.

Ia mengatakan Ada 4 ribu sampai 5 ribuan yang sudah merekam tapi belum dicetak. Keterlambatan cetak karena Disdukcapil kehabisan tinta, blanko masih banyak.

“Pelayanan Disdukcapil masih berjalan, hanya ada kendala, menyangkut cetak KTP elektronik. Ada 4 ribu sampai 5 ribuan yang sudah merekam tapi belum dicetak karena Disdukcapil kehabisan tinta. Blanko masih banyak,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji menegaskan database kabupaten yang valid mutlak harus dimiliki. Ia juga sudah membuka ruang dengan menggelar rapat dengan camat setiap pekan, untuk saling memberikan info terkini. Agar data yang ada bisa saling menyambung terkait masyarakat dan desa di tiap kecamatan.

“Dari data yang benar diketahui, berapa luas wilayah, rentang pelayanan, jumlah penduduk. Kita mesti tertib administrasi, serius melakukan pembenahan sehingga Melawi memiliki database yang benar,” harapnya.

Terkait proses perekaman KTP Elektronik, Panji memaparkan ada 105.097 jiwa penduduk Melawi yang sudah melakukan perekaman. Sehingga masih ada 60.607 penduduk yang sampai saat ini belum melakukan perekaman.

“Kepemilikan KTP Elektronik ini sangat penting. Maka diharapkan SKPD terkait dan instansi vertikal untuk dapat terus berkoordinasi, terkait dukungan data serta optimalisasi pelaporan data penduduk,” pesannya.

Lebih lanjut dikatakannya, Camat dan Kades adalah ujung tombak penyediaan data kependudukan. Agar valid dan juga mensukseskan program perekaman data KTP elektronik, camat dan kades diharapkan bisa ikut membantu mobilisasi warga dalam proses perekaman.

“Laporan perkembangan penduduk dan pencatatan kependudukan juga harus lebih aktif lagi disampaikan pada Disdukcapil. Sehingga data kependudukan Melawi menjadi lebih valid,” pesannya. (Ed/KN)