Home / Tak Berkategori

Pengamat : Ilmu Sosial Indonesia Terbelit Krisis Pengembangan

- Jurnalis

Selasa, 19 April 2011 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilmu sosial di Indonesia masih terbelit krisis pengembangan, sehingga harus cepat diatasi agar para ilmuwan tidak semakin terbuai oleh label kelas dunia, kata pengamat sosial politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Purwo Santoso. <p style="text-align: justify;">Ilmu sosial di Indonesia masih terbelit krisis pengembangan, sehingga harus cepat diatasi agar para ilmuwan tidak semakin terbuai oleh label kelas dunia, kata pengamat sosial politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Purwo Santoso.<br /><br />"Dalam konteks itu harus ada politik keilmuan. Sayangnya, hal itu luput dari perhatian para ilmuwan sosial sendiri karena patuhnya mereka pada ajaran ilmu sosial harus netral," katanya dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.<br /><br />Menurut dia, tanpa politik keilmuan yang jelas, kebijakan pemerintah mendorong universitas-universitas di Indonesia agar "go international" sangat riskan.<br /><br />"Tekad UGM dan universitas lainnya untuk menjadi universitas riset kelas dunia mensyaratkan kepiawaian dan keteguhan sebagai lembaga pengembangan ilmu. Persyaratan itu semakin terabaikan oleh derasnya arus industrialisasi pendidikan," katanya.<br /><br />Ia mengatakan politik keilmuan diperlukan karena ilmu pengetahuan adalah alat kekuasaan. Pengembangan ilmu dalam skala global berlangsung dalam peta kekuatan dan kekuasaan global pula. Dengan demikian, dalam pengembangan ilmu, termasuk ilmu sosial tidak mungkin bersifat netral.<br /><br />"Contohnya, negara-negara Amerika Latin dan Asia Timur memiliki politik keilmuan yang jelas untuk menghadapi supremasi keilmuan negara-negara Barat. Teori yang mereka pakai, termasuk teori sosial, tidak diasumsikan netral," katanya.<br /><br />Menurut dia, untuk "go international" UGM harus sanggup berperan sebagai produsen ilmu. Keterlibatan di kancah internasional dalam bidang keilmuan idealnya tidak hanya "pengimpor", tetapi juga "pengekspor". Caranya tidak cukup dengan belajar ke luar negeri, tetapi juga mengkondisikan orang asing belajar ke UGM.<br /><br />"Penerapan paket teori impor, apalagi yang belum sempat dikaji dan disesuaikan dengan kondisi Indonesia, sering memunculkan sejumlah persoalan baru. Ironisnya, ketika teori yang diterapkan tidak sesuai dengan kondisi Indonesia, para ilmuwan justru merasa perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya. (Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB