Pertamina Luncurkan Pertalite Di 12 SPBU Kalbar

oleh

PT Pertamina (Persero), Selasa, meluncurkan BBM jenis pertalite secara serentak di 12 SPBU yang tersebar dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang "Dari 12 SPBU tersebut, lima SPBU diantaranya di Pontianak, kemudian di kabupaten mempawah dua, Ketapang satu, Landak dua, Sanggau dua, dan di Kabupaten Sintang satu SPBU yang menjual BBM jenis pertalite," kata Ahmad Bambang saat peluncuran pertalite di SPBU Jalan Ahmad Yani Pontianak. <p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, sejak peluncuran perdana pertalite di Kalimantan Timur September 2015, saat ini penjualan BBM jenis pertalite sudah tersebar di 97 SPBU atau outlet, diantaranya di Kalimantan Timur sebanyak 21 outlet, Kalimantan Selatan mencapai 54 outlet, Kalimantan Tengah 10 outlet, dan 12 outlet di Kalbar, yang terealisasi dalam kurun waktu sebulan sejak uji pasar perdana di Pulau Kalimantan.<br /><br />Ia berharap hingga akhir tahun nanti, outlet pertalite di Pulau Kalimantan terus bertambah minimal sesuai target hingga 160 lembaga penyalur.<br /><br />Ahmad menambahkan dengan bertambahnya jumlah penyalur di Kalimantan, total outlet pertalite di seluruh Indonesia kini mencapai 1.453 outlet. Jumlah outlet tersebut tersebar di lebih dari 222 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.<br /><br />"Pertalite menjadi pilihan produk Pertamina yang tidak disubsidi dan diharapkan dapat terus meningkat lagi penjualannya. Saat ini, total pertalite yang sudah terserap oleh konsumen di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 160 juta liter," ungkapnya.<br /><br />Harga Pertalite di Kalimantan di bandrol Rp8.500 /liter atau hanya selisih Rp1.000 dengan harga BBM premium. Terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia, pertalite adalah varian baru dari produk gasoline non subsidi Pertamina yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, dengan level research octane number (RON) 90, pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan premium yang memiliki RON 88, katanya.<br /><br />Sementara itu, Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria menyambut baik langkah Pertamina yang sudah meluncurkan BBM jenis pertalite di Kalbar, karena BBM jenis premiun RON 88 sudah tidak disubsidi oleh pemerintah, sementara pertalite BBM yang oktannya lebih tinggi yakni RON 90, yang tentunya kualitasnya lebih bagus dari premium tetapi harganya dibawah BBM pertamax.<br /><br />"Peluncuran pertalite oleh Pertamina saat ini mendapat sambutan hangat oleh masyarakat, buktinya penggunaan BBM pertalite saat ini terus mengalami peningkatan," ungkapnya.<br /><br />Menurut Sofyano berbagai langkah Pertamina dalam menjalankan tugasnya sebanyak PSO (publik service obligation) juga harus mencari untung, sehingga harus melakukan trobosan-trobosan dalam peningkatan pendapatannya, seperti menjual BBM jenis pertalite. (das/ant)</p>