Petani Karet Kalsel Diantara Kegembiraan Dan Kesedihan

oleh
oleh

Sejumlah petani karet di daerah hulu sungai atau "Banua Enam" Kalimantan Selatan khususnya, kini merasa gembira dan sedih, demikian dilaporkan, Kamis (17/02/2011). <p style="text-align: justify;">Rasa gembira itu karena harga barang dagangan tersebut belakangan ini cukup menggembirakan, yaitu mencapai Rp 13.000/Kg <br /><br />untuk jenis bakuan (asalan). Namun sedih karena dalam musim penghujan, sehingga sulit untuk menyadap karet. <br /><br />Seperti penuturan, H. Khair, warga hulu sungai Kalsel atau Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dengan keadaan harga karet sekarang, keluarganya bisa mendapatkan uang sekitar Rp1 juta/hari. <br /><br />Ayah dari tujuh anak yang memiliki kebun karet mencapai dua hektare itu menerangkan, pendapatan keluarganya dari menyadap karet Rp1 juta/hari tersebut kalau cuaca lagi baik atau tidak turun hujan. <br /><br />"Memang usaha perkebunan karet seperti sekarang cukup memberikan harapan baik, asalkan dikerjakan sendiri, jangan terlalu banyak dengan sistim upah atau mempercayakan kepada orang lain untuk melakukan penyadapan," katanya. <br /><br />"Sebab kalau penyadapan karet dilakukan orang lain, terlebih oleh orang yang kurang jujur, maka pendapatan yang semestinya Rp1 juta/hari bisa cuma Rp500.000," tambah Midah, seorang warga tani dari "Bumi Murakata" HST itu. <br /><br />Oleh karena itu, menurut ibu dari tiga anak tersebut, kalau berkebun karet dan mau pendapatan banyak harus ditangani sendiri atau sekurang-kurangnya melakukan pengawasan rutin jika menggunakan sistem pengupahan. <br /><br />Warga tani yang pekerjaannya menyadap karet berharap, musim penghujan berkurang dan harga barang dagangan tersebut jangan anjlok seperti beberapa tahun lalu. <br /><br />"Pada beberapa tahun lalu, harga karet pernah cuma Rp3.000/Kg, sehinga petani karet menjerit, namun tahun-tahun belakangan berangsur-angsur naik kembali. Alhamdulillah kini Rp13.000/Kg," demikian Midah. <br /><br />Di Kalsel terdapat sejumlah daerah yang merupakan kantong produksi karet, antara lain Kabupaten Tabalong, Balangan, HST, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar dan Kabupaten Tanah Laut (Tala). <strong>(phs/Ant)</strong></p>