Program Koridor Ekonomi Kalah Cepat Dengan Kalimantan

oleh

Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, mengungkapkan, program pusat tentang "Koridor Ekonomi" kalah cepat dibandingkan dengan program Kalimantan. <p style="text-align: justify;">"Pemerintah pusat mencanangkan koridor ekonomi pada 2010, kita sudah melakukan sejak 2005," kata Rudy Ariffin di Banjarmasin, Rabu (02/02/2011). <br /><br />Pembangunan berdasarkan Koridor Ekonomi yaitu membagi pembangunan perekonomian di wilayah Indonesia dalam enam klaster. <br /><br />Dalam koridor ekonomi tersebut akan dibangun hubungan atau konektisitas daerah untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi sebelumnya dengan pusat ekonomi yang baru. <br /><br />Dengan demikian, maka pertumbuhan pembangunan infrastruktur juga akan berkembang lebih pesat dari saat ini, tanpa melihat per wilayah lagi. <br /><br />Pernyataan Gubernur tersebut menjawab pertanyaan wartawan tentang persiapan Kalsel dalam menghadapi realisasi dilaksanakannya program koridor ekonomi. <br /><br />"Kalau kita sudah melaksanakan sejak 2005 dengan adanya forum komunikasi empat gubernur Kalimantan yang bertujuan untuk membangun sinergisitas empat provinsi tersebut," katanya. <br /><br />Sementara pemerintah pusat, kata dia, baru memprogramkan pada 2010 dan pelaksanaannya dimulai 2011 ini. <br /><br />Menurut dia, pembangunan tidak bisa dilaksanakan secara sendiri-sendiri seperti yang terjadi selama ini, tetapi harus saling bersinergi dan bahu-membahu, sehingga masing-masing daerah bisa saling mengisi. <br /><br />"Yang terjadi selama ini, masing-masing daerah memiliki ego sendiri," katanya. <br /><br />Rudy mencontohkan, Jawa Timur memiliki pabrik gula sedangkan Kalsel tidak. Seharusnya ada kebijakan gula Jawa Timur bisa dikirim ke Kalsel. <br /><br />Faktanya, kata dia, pemerintah Jawa Timur mengeluarkan kebijakan melarang gula daerah tersebut dikirim ke Kalsel maupun daerah lainnya. <br /><br />Dengan adanya koridor ekonomi tersebut, Gubernur berharap hubungan perekonomian bisa terjalin lebih baik. <br /><br />"Kendati wilayah Kalimantan telah melakukan program sinergisitas tersebut, namun belum berhasil maksimal," katanya. <br /><br />Menurut Gubernur, ada beberapa program pembangunan yang kini belum terealisasi dengan baik, seperti pembangunan Trans Kalimantan yang seharusnya selesai pada 2009, namun hingga kini masih terkendala. <br /><br />Sebelumnya, pemerintah pusat akan mengesahkan pelaksanaan koridor ekonomi pada April 2011. <br /><br />Hal itu disampaikan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di Banjarmasin usai pembukaan sidang Dewan Pleno II dan Musyawarah Nasional Khusus Hipmi di Mahligai Pancasila. <br /><br />Koridor ekonomi yang telah dibahas dan dipersiapkan sejak 2010 tersebut, kata dia, merupakan pembangunan berbasis wilayah dengan membangun pusat ekonomi baru di tanah air. <br /><br />Enam koridor tersebut meliputi, Sumatera dan Jawa Barat bagian utara, bagian timur Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan timur Jawa plus Bali dan Nusa Tenggara.<strong> (phs/Ant)</strong></p>